Di sisi lain, IRGC menegaskan ini bukan aksi tunggal. Operasi ini disebut sebagai bagian dari rangkaian serangan balasan yang lebih luas terhadap aset militer AS di Timur Tengah. Sebuah pesan yang jelas, bahwa ketegangan masih jauh dari reda.
Mereka bahkan mengklaim punya bukti. Hasil analisis citra satelit, kata pernyataan itu, menunjukkan sebagian besar infrastruktur penting di pangkalan-pangkasan itu mengalami kerusakan. Angkanya cukup signifikan; lebih dari 80 persen sistem radar strategis dan sejumlah fasilitas vital disebut berhasil dihantam.
Tak cuma soal kerusakan fisik, laporan yang dikutip pihak IRGC juga menyoroti kondisi psikologis. Disebutkan ada nuansa keputusasaan di kalangan pasukan dan pilot AS yang bertugas di lokasi sasaran. Klaim semacam ini, tentu saja, sulit diverifikasi secara independen dan lebih berfungsi sebagai narasi psikologis dalam perang informasi.
Serangan dini hari ini jelas memperpanjang daftar ketegangan antara Teheran dan Washington. Dunia kembali menunggu, bagaimana respons Amerika Serikat akan diwujudkan dalam jam-jam mendatang.
Artikel Terkait
Gubernur Sulsel Lepas Armada Mudik Gratis Mudik Aman, Berbagi Harapan
Trans-Sulawesi Diprediksi Dilintasi 5,36 Juta Pemudik pada Lebaran 2026
Harga Emas Perhiasan Stabil di Awal Pekan, Berikut Rinciannya
Kue Bolu Bantat untuk Siswa SD Pangkep Kembali Soroti Pengawasan Program Gizi