SulawesiPos.com – Heboh. Itulah kata yang tepat menggambarkan situasi setelah media semi-resmi Iran, Kantor Berata Tasnim, melaporkan kabar mengejutkan soal kondisi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Laporan yang belum terverifikasi itu menyebut Netanyahu tewas atau mengalami luka serius akibat serangan balasan terbaru.
Spekulasi ini tentu bukan muncul dari ruang hampa. Netanyahu sendiri sudah hampir empat hari tak terlihat di ruang publik. Ia membatalkan pesan video rutinnya. Yang lebih mencurigakan, kunjungan utusan tingkat tinggi AS pun tiba-tiba dibatalkan tanpa penjelasan memadai.
Hingga detik ini, otoritas Israel memilih bungkam. Keheningan mereka justru menambah ruang bagi rumor untuk berkembang.
Tasnim dengan lantang menyoroti hal ini. Menurut mereka, hilangnya Netanyahu dari sorotan adalah sinyal adanya peristiwa besar. Semua pernyataan yang dikaitkan dengannya belakangan hanya berupa tulisan. Tak ada satu pun dokumentasi visual foto atau video yang bisa menepis keraguan.
Pengamanan Meningkat, Kunjungan Dibatalkan
Menurut sejumlah sumber yang dikutip media Iran, area sekitar kediaman resmi sang perdana menteri kini dijaga ekstra ketat. Tapi lagi-lagi, tidak ada penjelasan resmi dari pemerintah Israel soal alasan pengamanan ini.
Artikel Terkait
KPK Tahan Bupati Rejang Lebong Terkait Dugaan Suap Proyek Ijon
22 WNI Dievakuasi dari Iran, Tiba dengan Selamat di Soekarno-Hatta
OJK Cabut Izin BPR Koperindo Jaya, Lima Bank Gulung Tikar dalam Tiga Bulan
Rebung, Superfood Lokal Kaya Serat dan Antioksidan untuk Kesehatan Jantung