Tak tanggung-tanggung, lebih dari 200 lokasi yang dikaitkan dengan pangkalan AS dan Israel di Timur Tengah sudah masuk dalam target. Pernyataan ini muncul sebagai bagian dari eskalasi yang terjadi pasca-serangan rudal Iran ke Israel. Serangan balasan itu sendiri disebut sebagai respons atas operasi militer AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada akhir Februari lalu.
Di sisi lain, pejabat tinggi keamanan Iran juga membantah keras isu pelemahan kemampuan militernya. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, dalam wawancara Sabtu (7/3/2026) menegaskan cadangan rudal mereka masih sangat memadai. Siap digunakan kapan saja jika konflik meningkat.
"Serangan yang telah kami lakukan membuktikan bahwa kemampuan militer Iran tetap kuat," kata Larijani.
Sebagai bukti keseriusannya, IRGC mengklaim aksi nyata telah dilakukan. Pada Minggu (8/3/2026) kemarin, mereka menyatakan dalam 24 jam terakhir telah menghancurkan empat radar sistem pertahanan rudal THAAD milik AS yang ditempatkan di kawasan. Langkah ini semakin mempertegas bahwa ancaman perang panjang bukan sekadar omong kosong belaka.
Artikel Terkait
Rebung, Superfood Lokal Kaya Serat dan Antioksidan untuk Kesehatan Jantung
Media Iran Sebut Netanyahu Tewas atau Luka, Israel Bungkam
Idul Fitri 2026 Berpotensi Dua Tanggal, Libur Nasional Sudah Ditetapkan
Mahfud MD Bantah Pernyataan Palsu Soal Kasus Yaqut yang Disebar Media