Musibah ini jelas bikin pusing. Penutupan Zona 4 pasti mengganggu alur pembuangan sampah Jakarta yang setiap harinya mencapai ribuan ton. Bantargebang kan jadi 'perut' utama ibu kota.
Sebagai langkah darurat, truk-truk sampah dari Jakarta diminta menahan diri dulu. "Untuk truk sampah dari Jakarta kami coba untuk tidak membuang dulu dari sore hingga malam sampai proses evakuasi selesai," jelas Asep.
Padahal, volume sampah yang masuk ke Bantargebang itu luar biasa. Setiap hari, angkanya bisa mencapai 7.300 hingga 7.500 ton, diangkut oleh sekitar 1.200 rit truk. Bayangkan jika aliran itu terhambat lama.
Menyikapi ini, Dinas Lingkungan Hidup sedang cari solusi. Mereka berupaya membuka titik buang baru agar sampah di Jakarta tidak menumpuk. Biasanya, ada tiga hingga empat titik buang yang beroperasi. Tapi sejak musibah, hanya dua yang bisa dipakai.
"Titik buang sebenarnya ada tiga. Saat terjadi musibah hanya dibuka dua titik buang," ujar Asep.
Di sisi lain, ada upaya jangka panjang yang didorong. Fasilitas Refuse Derived Fuel Plant di Rorotan, Jakarta Utara, diharapkan bisa segera dioperasikan. Ini untuk mengurangi ketergantungan pada Bantargebang.
Namun untuk sekarang, fokus tetap pada penyelamatan. Mencari korban yang masih hilang, dan berharap tidak ada korban lagi yang berjatuhan.
Artikel Terkait
Rebung, Superfood Lokal Kaya Serat dan Antioksidan untuk Kesehatan Jantung
Media Iran Sebut Netanyahu Tewas atau Luka, Israel Bungkam
Idul Fitri 2026 Berpotensi Dua Tanggal, Libur Nasional Sudah Ditetapkan
Mahfud MD Bantah Pernyataan Palsu Soal Kasus Yaqut yang Disebar Media