Celtic Tundukkan Rangers Lewat Drama Adu Penalti di Babak Perempat Final Scottish Cup

- Senin, 09 Maret 2026 | 00:00 WIB
Celtic Tundukkan Rangers Lewat Drama Adu Penalti di Babak Perempat Final Scottish Cup

Derby Old Firm memang tak pernah mengecewakan. Minggu lalu, di babak perempat final Scottish Cup, Rangers dan Celtic kembali saling sikut dalam laga yang tegang dan penuh kontroversi. Hasil akhirnya? Celtic yang keluar sebagai pemenang, tapi mereka harus menunggu hingga adu penalti usai setelah 120 menit pertandingan berakhir tanpa gol.

Iya, skornya 0-0 sampai perpanjangan waktu habis. Tapi jangan salah, laga ini jauh dari kata membosankan. Dari awal, tensi sudah terasa. Rangers terlihat lebih banyak memegang kendali bola, menguasai sekitar 56% penguasaan. Tapi, seperti yang sering terjadi dalam derby, statistik kadang tak berarti banyak. Mereka kesulitan menciptakan peluang jernih; dari lima tembakan, cuma satu yang mengarah ke gawang.

Celtic sendiri sempat berpesta. Di menit ke-35, mereka berhasil membobol gawang lawan lewat serangan balik cepat. Suporter sudah mulai melompat-lompat, eh... tapi bendera offside belakangan dikibarkan. Setelah dicek VAR, gol itu dianulir. Rasanya seperti ditampar bagi para pemain dan suporter The Bhoys.

VAR, Lagi-lagi Jadi Bintang Kontroversi

Drama belum berhenti sampai di situ. Menjelang akhir babak perpanjangan waktu, giliran Rangers yang bersorak. Sekitar menit ke-100, terjadi keributan di depan gawang Celtic dan bola akhirnya masuk. Stadion Ibrox bergemuruh.

Namun, sorak-sorai itu meredup seketika. Wasit mendapat informasi dari VAR dan memutuskan untuk meninjau ulang. Beberapa detik yang mencekam itu berakhir dengan keputusan: gol tidak sah! Wasit menilai ada handball di prosesnya. Keputusan ini jelas memicu protes keras dan menambah panasnya atmosfer di lapangan.

Dua gol dibatalkan. Nol-nol tetap bertahan. Mau tak mau, nasib pertandingan harus ditentukan dari titik putih.

Dari Dua Belas Kaki, Celtic Lebih Dingin

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar