Dan di adu penalti, Celtic menunjukkan mentalitas juara. Mereka tampil lebih kompak dan tenang. Empat eksekutor mereka Oxlade-Chamberlain, Trusty, Hatate, dan Cvancara semua sukses menunaikan tugas.
Rangers, di sisi lain, tampil gemetaran. Kapten mereka, James Tavernier, justru gagal mengeksekusi penalti pertama. Gassama juga tak berhasil. Hanya Bajrami dan Naderi yang bisa mencetak gol.
Skor akhir adu penalti: 4-2 untuk Celtic. Dengan itu, tiket ke semifinal Scottish Cup resmi mereka kantongi.
Old Firm, Selalu Lebih dari Sekadar Sepak Bola
Pertandingan ini sekali lagi membuktikan kenapa Old Firm Derby dianggap salah satu rivalitas terkeras di dunia. Bukan cuma soal teknik atau taktik, tapi juga soal mental, gengsi, dan sejarah yang amat berat. Setiap insiden, setiap keputusan kontroversial, langsung disulut menjadi api besar.
Bagi Celtic, kemenangan dramatis ini tentu jadi modal berharga. Mereka masih punya peluang untuk meraih gelar Scottish Cup musim ini. Sementara Rangers harus pulang dengan kekecewaan dan rasa pilu, mengingat mereka sebenarnya cukup dominan namun tak mampu mengubahnya menjadi kemenangan.
Pertarungan ini sudah berakhir. Tapi di Glasgow, cerita antara hijau dan biru tak akan pernah benar-benar selesai.
Artikel Terkait
Rebung, Superfood Lokal Kaya Serat dan Antioksidan untuk Kesehatan Jantung
Media Iran Sebut Netanyahu Tewas atau Luka, Israel Bungkam
Idul Fitri 2026 Berpotensi Dua Tanggal, Libur Nasional Sudah Ditetapkan
Mahfud MD Bantah Pernyataan Palsu Soal Kasus Yaqut yang Disebar Media