“Intinya, Pak Presiden bersama tujuh pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan itu menginginkan adanya perdamaian. Jangan sampai perang berlarut-larut, terutama di Iran maupun di kawasan Teluk,” ujarnya.
Selain lewat D-8, pemerintah juga memanfaatkan forum lain. Ada inisiatif Board of Peace (BoP) yang digaungkan. Nusron pun berharap masyarakat bisa mendukung langkah diplomasi ini sepenuhnya.
“Posisi Pak Presiden, bangsa Indonesia sudah menerima BoP ini sebagai sarana dan ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba terlebih dahulu. Jangan sampai usaha belum dilakukan, tetapi sudah diminta untuk keluar,” tegasnya.
Dalam pertemuan buka puasa tadi, para ulama dan tokoh masyarakat Islam dikabarkan sepakat untuk terus berkomunikasi dengan pemerintah. Mereka mendukung upaya menciptakan perdamaian di sana.
Di sisi lain, pemerintah tak tinggal diam melihat kemungkinan dampak global. Mereka mengantisipasi gangguan pada pasokan energi dan pangan jika konflik di kawasan Teluk ternyata meluas. Semua ini dilakukan sambil terus menjalankan diplomasi yang sudah dirintis.
Artikel Terkait
Raymond/Joaquin Singkirkan Unggulan China, Lolos ke Semifinal All England
Jadwal Imsak Palembang 7 Maret 2026 Pukul 04.43 WIB
Camavinga Absen Lawan Celta Vigo karena Sakit Gigi, Daftar Cedera Madrid Panjang
Bahlil Yakin Prabowo Mampu Jadi Penengah Konflik Iran-AS