Respons Timur Tengah atas Langkah Diplomasi Prabowo
Inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk membuka kanal dialog antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran rupanya tak hanya jadi wacana. Dari sejumlah ibu kota negara di Timur Tengah, bahkan dari dunia Islam yang lebih luas, datang sambutan yang cukup hangat. Seperti ada angin segar di tengah ketegangan yang berkepanjangan.
Hal ini diungkapkan oleh Nusron Wahid, tokoh Nahdlatul Ulama yang juga menjabat sebagai Menteri ATR/BPN. Ia baru saja menghadiri buka puasa bersama Presiden dan sejumlah ulama di Istana, Kamis malam lalu.
“Prinsipnya Bapak Presiden menginginkan adanya pertemuan antara Amerika Serikat dengan Iran untuk membuka ruang dialog. Langkah-langkah yang diambil Pak Presiden mendapat dukungan dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain, termasuk Pakistan dan UAE,” kata Nusron.
Menurutnya, dukungan itu nyata. Beberapa negara di kawasan itu melihat Indonesia punya peluang untuk jadi penengah sebagai mediator dalam perseteruan yang melibatkan Iran dan negara-negara Barat. Pakistan dan Uni Emirat Arab disebut-sebut termasuk yang merespons positif.
Ini bukan langkah kecil. Upaya ini jelas bagian dari strategi diplomasi Indonesia yang ingin lebih vokal di panggung internasional, khususnya untuk meredakan panasnya situasi di Timur Tengah. Nusron juga menyinggung soal peran Indonesia yang akan memimpin kelompok D-8.
Artikel Terkait
Raymond/Joaquin Singkirkan Unggulan China, Lolos ke Semifinal All England
Jadwal Imsak Palembang 7 Maret 2026 Pukul 04.43 WIB
Camavinga Absen Lawan Celta Vigo karena Sakit Gigi, Daftar Cedera Madrid Panjang
Bahlil Yakin Prabowo Mampu Jadi Penengah Konflik Iran-AS