Mendapat laporan itu, Iptu N langsung bergerak ke lokasi. Begitu sampai, ia melihat seorang remaja yang kemudian diketahui sebagai Betrand diduga sedang melakukan kekerasan terhadap seorang pengendara motor.
Iptu N turun dari mobil dan berusaha menangkap remaja tersebut. Dalam upaya pengendalian situasi, ia melepaskan tembakan peringatan.
“Begitu turun, langsung pegang pelaku sambil mengeluarkan tembakan peringatan,” jelas Kapolsek.
Tapi situasi tak terkendali. Korban berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan. Dalam keributan itu, senjata di tangan Iptu N tiba-tiba meletus. Peluru mengenai bagian belakang tubuh Betrand.
Versi polisi menyebutkan, tembakan itu terjadi tidak sengaja.
“Ketika meronta, pistol yang masih dipegang itu meletus dengan tidak sengaja,” ujarnya.
Kini, dengan status tersangka yang disandang Iptu N, kasus ini memasuki babak baru. Masyarakat menunggu, proses hukum seperti apa yang akan berjalan untuk mengungkap kebenaran di balik tembakan yang merenggut nyawa seorang remaja itu.
Artikel Terkait
Mojtaba Khamenei, Putra Pemimpin Tertinggi, Disebut Calon Kuat Penerus Kekuasaan di Iran
Pelatihan Al-Quran Isyarat Cetak Guru Baru untuk Pendidikan Inklusif
Menteri Pertahanan Israel Ancam Eliminasi Calon Pengganti Pemimpin Tertinggi Iran
Manchester City Ditahan Imbang Nottingham Forest 2-2 di Etihad