Dari bandara, iring-iringan mobil langsung meluncur menuju hotel tempat Presiden bermalam. Agenda utamanya masih menunggu. Esok harinya, Prabowo dijadwalkan bertemu muka dengan Presiden UEA, Mohammed bin Zayed Al Nahyan atau yang akrab disapa MBZ.
Pertemuan puncak ini tentu bukan sekadar formalitas. Kunjungan kerja ke Abu Dhabi ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar. Yaitu, memperkuat kemitraan strategis yang sudah lama dijalin Indonesia dan UEA.
Hubungan bilateral keduanya memang sudah erat. Namun begitu, selalu ada ruang untuk diperkokoh lagi. Melalui pertemuan dan pembahasan kerja sama yang direncanakan, diharapkan hubungan itu bisa makin solid.
Di sisi lain, lawatan ini punya makna diplomatis yang lebih luas. Ini menandai kesinambungan diplomasi aktif Indonesia di kawasan Timur Tengah. Sekaligus, menjadi penegasan. Di bawah kepemimpinan Prabowo, komitmen untuk memperluas jejaring kemitraan global yang saling menguntungkan tetap menjadi prioritas.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Turun Rp45.000 per Gram, Harga Buyback Justru Naik
BMKG Waspadakan Potensi Hujan dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Sulsel
FIFA Yakin Piala Dunia 2026 Aman Meski Gelombang Kekerasan Guncang Meksiko
Kemendagri Dorong Analis Kebijakan Papua Jadi Think Tank Berbasis Data