Dari bandara, iring-iringan mobil langsung meluncur menuju hotel tempat Presiden bermalam. Agenda utamanya masih menunggu. Esok harinya, Prabowo dijadwalkan bertemu muka dengan Presiden UEA, Mohammed bin Zayed Al Nahyan atau yang akrab disapa MBZ.
Pertemuan puncak ini tentu bukan sekadar formalitas. Kunjungan kerja ke Abu Dhabi ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar. Yaitu, memperkuat kemitraan strategis yang sudah lama dijalin Indonesia dan UEA.
Hubungan bilateral keduanya memang sudah erat. Namun begitu, selalu ada ruang untuk diperkokoh lagi. Melalui pertemuan dan pembahasan kerja sama yang direncanakan, diharapkan hubungan itu bisa makin solid.
Di sisi lain, lawatan ini punya makna diplomatis yang lebih luas. Ini menandai kesinambungan diplomasi aktif Indonesia di kawasan Timur Tengah. Sekaligus, menjadi penegasan. Di bawah kepemimpinan Prabowo, komitmen untuk memperluas jejaring kemitraan global yang saling menguntungkan tetap menjadi prioritas.
Artikel Terkait
Satgas Cartenz 2026 Ungkap Ladang Ganja 226 Batang di Pegunungan Bintang
IHSG Melonjak 2,07%, Catat Kenaikan Mingguan Lebih dari 6%
Uji Jalan B50 Capai 70%, Target Implementasi Juli 2026
KPK Ungkap Awal OTT Bupati Tulungagung Berawal dari Laporan Warga