Meski sempat bangkit lewat sundulan Alessandro Bastoni dari situasi bola mati (menit 76) yang membawa sedikit gelegar, itu hanya jadi hiburan kecil. Sisa pertandingan diisi oleh kepanikan Inter dan kedisiplinan Bodo/Glimt yang menjaga bentengnya dengan sangat baik. Peluit akhir pun menegaskan: perjalanan Inter berakhir di sini.
Evaluasi untuk Nerazzurri, Pesta untuk Norwegia
Harus diakui, Inter gagal total memanfaatkan momentum. Beberapa peluang emas yang tercipta di akhir laga ditepis atau melenceng. Sebaliknya, Bodo/Glimt bermain cerdas. Mereka tak goyah, mengelola permainan dengan tenang dan profesional layaknya tim papan atas.
Kemenangan ini jelas sejarah bagi Bodo/Glimt. Menyingkirkan raksasa Serie A di kandangnya sendiri adalah prestasi monumental. Mereka membuktikan diri bukan sekadar kuda hitam, tapi tim yang solid dan punya taktik jitu.
Bagi Simone Inzaghi dan anak asuhnya, malam ini adalah kekecewaan yang pahit. Gagal di pentas Eropa, lagi-lagi, di depan mata pendukung sendiri, tentu memerlukan evaluasi mendalam. Sementara sorotan beralih ke tim Norwegia yang terus menulis kisah indah.
Artikel Terkait
BAZNAS Tetapkan Zakat Fitrah Rp50.000 per Jiwa untuk Ramadan Tahun Ini
Gunung Ibu di Maluku Utara Erupsi, Luncurkan Kolom Abu 600 Meter
Persebaya Vs PSM Makassar: Duel Sengit Dua Raksasa di Markas Bajul Ijo
Sorloth Cetak Hattrick, Atletico Madrid Gasak Club Brugge 4-1