MURIANETWORK.COM - Persaingan perebutan gelar Liga 1 2023/2024 memasuki fase penentuan yang semakin panas. Hingga pekan ke-21 dan 22, Persib Bandung masih memimpin klasemen dengan 50 poin, unggul tipis dari dua pengejar terdekat, Persija Jakarta (47 poin) dan Borneo FC (46 poin). Di ujung lain tabel, ancaman degradasi semakin nyata bagi sejumlah klub, termasuk PSM Makassar yang belum sepenuhnya aman.
Persib Kokoh di Puncak, Persija dan Borneo Membayang
Konsistensi tampak menjadi kunci dominasi Persib Bandung sejauh ini. Dari 21 laga yang telah dijalani, Maung Bandung berhasil meraih 16 kemenangan, seri dua kali, dan hanya kalah tiga pertandingan. Namun, keunggulan tiga poin mereka masih rentan. Persija Jakarta, yang telah bermain 22 kali, terus menjaga tekanan dan peluang menyalip masih terbuka lebar jika mereka mampu mempertahankan ritme positif. Tak kalah serius, Borneo FC di posisi ketiga juga tetap menjadi penantang yang sangat diperhitungkan dalam pacuan memperebutkan trofi.
Perebutan Posisi Empat Besar Masih Terbuka Lebar
Persaingan tak kalah sengit terjadi di wilayah papan tengah, khususnya untuk berebut tiket masuk zona empat besar. Malut United, dengan 41 poin, mulai menunjukkan stabilitas yang baik. Sementara itu, Persebaya Surabaya dan Persita Tangerang, yang sama-sama mengumpulkan 35 poin, membuat persaingan untuk posisi elite semakin tak terprediksi. Beberapa tim seperti PSIM Yogyakarta dan Bhayangkara FC (masing-masing 32 poin) juga masih membayangi, sementara Arema FC dan Dewa United terus berupaya menanjak.
Tekanan di Zona Degradasi, PSM dalam Situasi Genting
Di dasar klasemen, situasi semakin mencekam. PSBS Biak dan Persijap Jepara, dengan 18 poin, harus waspada. Begitu pula dengan Semen Padang (16 poin) dan Persis Solo yang tercecer di posisi juru kunci dengan 13 poin. Mereka dituntut segera berbenah untuk keluar dari jerat zona merah.
Perhatian khusus tertuju pada PSM Makassar. Tim berjuluk Juku Eja itu saat ini terperosok di peringkat ke-13 dengan hanya mengantongi 23 poin dari 22 laga. Catatan lima kemenangan, delapan imbang, dan sembilan kekalahan menggarisbawahi masalah inkonsistensi yang belum teratasi.
Masalah produktivitas di lini depan dan kerapnya kehilangan konsentrasi di sektor pertahanan menjadi pekerjaan rumah mendesak yang harus diselesaikan pelatih. Meski jarak poin dengan tim di atasnya masih bisa dikejar, hasil buruk dalam beberapa laga ke depan berpotensi menyeret mereka lebih dalam ke kubangan ancaman degradasi.
Artikel Terkait
AC Milan Tersungkur di San Siro, Kalah 0-1 dari Parma
Pakar Hukum Soroti Daya Paksa dan Krisis Kepercayaan Publik pada Aparat
Jadwal Imsak dan Subuh Medan 23 Februari 2026: Imsak Pukul 05.12 WIB
Imsak Yogyarta Pukul 04.16 WIB, Ulama Ingatkan Keberkahan Sahur dan Kuatkan Niat