Penyediaan uang fisik yang memadai juga dimaksudkan untuk mendukung kelancaran sistem pembayaran, baik tunai maupun non-tunai, yang diperkirakan akan mengalami lonjakan signifikan.
Dorongan untuk Transaksi Digital yang Seimbang
Di tengah penyediaan uang fisik, BI secara simultan terus mendorong masyarakat memanfaatkan alternatif pembayaran digital. Dorongan ini bertujuan menciptakan ekosistem pembayaran yang efisien dan berimbang.
"Bank Indonesia mendorong masyarakat memanfaatkan transaksi pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal melalui mobile dan internet banking, termasuk transfer dana menggunakan BI-FAST dan QRIS," ungkap Dwianto.
Semangat "Serambi 2026" dan Ajakan Menjaga Rupiah
Seluruh rangkaian kegiatan penukaran uang ini dikemas dalam program bertajuk Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi) 2026. Program dengan tema "Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah" ini mengandalkan sinergi erat dengan perbankan dan mitra kerja di lapangan.
Dwianto, yang akrab disapa Pak Anto, menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak. Sinergi ini, tuturnya, diharapkan dapat memastikan distribusi uang berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di wilayah Soloraya.
Pada kesempatan yang sama, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga wujud fisik rupiah. "Jangan dilipat-lipat, jangan dicoret, jangan distapler, dan jangan dibasahi," pesannya, seraya mengajak publik untuk semakin mencintai, bangga, dan memahami mata uang kebangsaannya.
Artikel Terkait
Kevin Diks Jadi Sorotan Usai Insiden Penalti yang Tentukan Kekalahan Indonesia
Nenek di Bondowoso Tewas Tersambar Petir di Dalam Rumah
Angin Puting Beliung Rusak RSUD dan Puluhan Rumah di Jombang
Timnas Indonesia Takluk Tipis 0-1 dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026