tambahnya.
Insiden nahas itu terjadi di siang hari, tepatnya Rabu (11/2/2026). Pesawat dengan nomor penerbangan dari Tanah Merah itu baru saja mendarat di Koroway Batu. Tiba-tiba saja, rentetan tembakan menghujani badan pesawat dari arah hutan di samping bandara. Dugaan sementara, pelakunya adalah anggota KKB Batalyon Kanibal dan Semut Merah yang dipimpin Elkius Kobak.
Korban jiwa pun tak terelakkan. Pilot pesawat, Kapten Egon Erawan, dan kopilotnya, Kapten Baskoro, meninggal dunia akibat tembakan tersebut. Kabar baiknya, seluruh penumpang berhasil selamat. Tiga belas orang, termasuk seorang balita, berhasil melewati momen mengerikan itu dengan selamat.
Saat ini, operasi pengamanan dan pengejaran terhadap kelompok bersenjata tersebut masih terus digencarkan. Situasi memang perlahan ingin dipulihkan, namun rasa was-was di udara masih terasa pekat. Warga menunggu kepastian bahwa langit dan tanah mereka benar-benar aman kembali.
Artikel Terkait
Indonesia Kuasai 60% Pasar Sawit Global, tapi Harga Masih Ditentukan Luar Negeri
Nelayan di Pacitan Tewas Diduga Terseret Ombak Saat Melaut
Ragnar dan Verdonk Pulang Bareng ke Eropa, Bawa Misi Berbeda ke Klub Masing-masing
Malaysia dan Filipina Gagal Lolos, Empat Wakil ASEAN Siap Berlaga di Piala Asia 2027