Suasana mencekam masih menyelimuti Boven Digoel pasca insiden penembakan pesawat. Rabu lalu, pesawat Smart Air yang baru saja mendarat di Bandara Koroway Batu menjadi sasaran tembakan dari kelompok bersenjata. Aksi brutal ini langsung memicu gelombang ketakutan di kalangan warga setempat.
Bukan cuma kerusakan fisik, trauma psikologis yang ditinggalkan ternyata dalam. Akibat rasa tidak aman yang mendadak, puluhan warga memutuskan untuk pergi. Mereka meninggalkan kampung halaman, berangkat menuju Senggo untuk mencari rasa aman.
Brigjen Faizal Ramadhani, Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz, mengonfirmasi hal ini. Menurutnya, data sementara mencatat ada 39 orang yang mengungsi.
"Dampak psikologis turut dirasakan warga. Berdasarkan data sementara, 39 warga sempat mengungsi ke arah Senggo karena rasa takut,"
kata Faizal, Kamis (12/2/2026).
Di sisi lain, aparat keamanan kini fokus pada upaya pemulihan. Mereka masih berkutat melakukan sterilisasi di sekitar lokasi kejadian. Tujuannya jelas: menciptakan kembali kondisi yang kondusif agar kehidupan bisa berjalan normal. Aktivitas warga, termasuk para guru dan tenaga kesehatan yang jadi ujung tombak pelayanan di daerah terpencil itu, harus segera kembali.
"Aparat kini berupaya mensterilkan lokasi agar masyarakat dapat kembali beraktivitas normal, termasuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan di wilayah tersebut,"
tambahnya.
Insiden nahas itu terjadi di siang hari, tepatnya Rabu (11/2/2026). Pesawat dengan nomor penerbangan dari Tanah Merah itu baru saja mendarat di Koroway Batu. Tiba-tiba saja, rentetan tembakan menghujani badan pesawat dari arah hutan di samping bandara. Dugaan sementara, pelakunya adalah anggota KKB Batalyon Kanibal dan Semut Merah yang dipimpin Elkius Kobak.
Korban jiwa pun tak terelakkan. Pilot pesawat, Kapten Egon Erawan, dan kopilotnya, Kapten Baskoro, meninggal dunia akibat tembakan tersebut. Kabar baiknya, seluruh penumpang berhasil selamat. Tiga belas orang, termasuk seorang balita, berhasil melewati momen mengerikan itu dengan selamat.
Saat ini, operasi pengamanan dan pengejaran terhadap kelompok bersenjata tersebut masih terus digencarkan. Situasi memang perlahan ingin dipulihkan, namun rasa was-was di udara masih terasa pekat. Warga menunggu kepastian bahwa langit dan tanah mereka benar-benar aman kembali.
Artikel Terkait
Anggota DPR Imbau Beri Kesempatan Adies Kadir Buktikan Kinerja di MK
Ketua Komisi III DPR Desak Penanganan Adil Kasus Pembunuhan Ayah di Pariaman
Akses Jalan Utama di Aceh Pulih Bertahap Pasca Bencana 2025
Kemen HAM Soroti Gangguan Cuci Darah Pasien Gagal Ginjal Akibat Nonaktif BPJS