JAKARTA Ambisi Dewa United untuk putaran kedua Super League 2025/2026 benar-benar terlihat nyata. Menjelang laga penting melawan PSM Makassar, klub yang akrab disapa Banten Warriors itu baru saja mengumumkan rekrutan penting: Damion Lowe. Bek Timnas Jamaika itu didatangkan langsung dari klub MLS, Houston Dynamo.
Ini bukan sekadar cari pengganti. Lowe membawa reputasi yang cukup mentereng. Pengalamannya menghadapi penyerang-penyerang terbaik dunia sebut saja Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, atau Karim Benzema menjadi modal berharga yang sulit diabaikan.
Posturnya yang menjulang, sekitar 190-191 cm, jelas jadi keunggulan pertama yang terlihat. Tapi bukan cuma soal fisik. Di usianya yang ke-32, Lowe dikenal punya mental baja dan kecerdasan membaca permainan. Ia dikontrak untuk satu musim penuh, dengan tugas utama mengorganisasi pertahanan yang lebih solid.
Lewat sebuah pernyataan, Lowe tak sungkan menyebut mentalitas juara yang dibawanya.
"Saya membawa mentalitas juara, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab. Bermain di Amerika Serikat mengajarkan profesionalisme dan struktur, sementara membela Jamaika menanamkan ketangguhan serta kebanggaan," ujarnya.
Ia juga menegaskan kesiapannya untuk memimpin.
"Di lini pertahanan, saya menghadirkan kepemimpinan, komunikasi, dominasi duel udara, serta organisasi permainan yang baik. Saya bangga melindungi lini belakang dan memastikan setiap rekan setim merasa percaya diri."
Sejak debutnya di tahun 2016, Lowe sudah mengoleksi 77 caps untuk Jamaika. Angka itu bicara banyak tentang kepercayaan dan jam terbangnya di level internasional. Ia bukan pemain yang mudah gentar menghadapi tekanan.
Jalur kariernya sendiri terbilang menarik. Dimulai dari kampus di Hartford Hawks, ia kemudian merambah MLS bersama Seattle Sounders. Perjalanannya berlanjut dengan masa pinjam ke Minnesota United dan Tampa Bay Rowdies.
Lalu, petualangan berlanjut ke Eropa. Tepatnya ke klub Norwegia, Start, di mana ia bertahan selama tiga tahun. Setelah itu, rasanya ia ingin mencoba suasana baru: Mesir dan Arab Saudi menjadi tujuan berikutnya, sebelum akhirnya kembali ke MLS dan kini mendarat di Indonesia.
Pengalaman lintas benua dan budaya inilah yang diharapkan bisa menjadi pembeda untuk lini belakang Dewa United.
Di sisi lain, kedatangannya jelas adalah pesan untuk PSM Makassar. Pasukan Ramang punya serangan yang gesit dan mematikan, terutama lewat sayap. Tapi dengan Lowe yang punya kombinasi tinggi, pengalaman, dan insting bertahan yang tajam, Dewa United berharap bisa membangun tembok yang sulit ditembus.
Strategi mereka di bursa transfer memang terlihat serius. Sebelum Lowe, nama-nama seperti Ivar Jenner, Noah Sadaoui, dan Vinicius Duarte sudah lebih dulu bergabung. Semua gerakan ini terencana, bukan asal comot.
Lowe sendiri tampak antusias menyambut babak baru ini.
"Saya sangat termotivasi. Negara baru, budaya baru, liga baru menjadi tantangan yang membangkitkan semangat saya. Perkembangan terjadi ketika kita keluar dari zona nyaman," katanya.
Sekarang, semua mata tertuju padanya. Mampukah bek yang pernah berjibaku melawan para megabintang itu meredam gempuran lini depan PSM?
Jawabannya, tentu saja, hanya akan kita dapatkan di lapangan hijau.
Artikel Terkait
Bayern Munich Bergerak untuk Rekrut John Stones, Kontrak di City Segera Berakhir
Cedera Bellingham Lebih Parah, Real Madrid Hadapi Krisis Dua Bulan
Persija Berpeluang Pindah ke JIS Akibat Jadwal FIFA Series di SUGBK
Persis Solo Vs Madura United: Duel Sengit Tim Terjepit di Liga 1