Bahlil Ingatkan Kader Golkar: Posisi Strategis Bisa Diganti Kapan Saja Jika Tak Perform

- Minggu, 08 Februari 2026 | 16:00 WIB
Bahlil Ingatkan Kader Golkar: Posisi Strategis Bisa Diganti Kapan Saja Jika Tak Perform

MURIANETWORK.COM - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memberikan peringatan tegas kepada kadernya yang menduduki posisi strategis, baik di internal partai maupun pemerintahan. Peringatan itu disampaikan dalam acara Training of Trainers Sosialisasi 4 Pilar di Kantor DPP Partai Golkar, Jumat (6/2/2026). Bahlil menegaskan, evaluasi kinerja akan dilakukan secara ketat dan pergantian posisi bisa terjadi sewaktu-waktu jika performa dinilai tidak optimal, demi mencapai target organisasi.

Dalam arahannya, Bahlil menggunakan analogi yang gamblang dan relevan dengan situasi terkini: permainan futsal. Ia menyamakan setiap kader Golkar dengan seorang striker yang dituntut untuk bergerak cepat, strategis, dan efektif dalam mencetak gol kemenangan bagi partai.

Analogi ini ia angkat tak lepas dari euforia keberhasilan Timnas Futsal Indonesia yang saat itu tengah melaju ke babak final AFC. Menurutnya, semangat dan kerja keras tim nasional itu patut menjadi cermin bagi seluruh kader.

“Bahkan mungkin dalam rolling-rolling Fraksi, bagi yang tidak perform, sekalipun dia teman kita, kita harus cari pemain pengganti,” tegas Bahlil.

“Karena di Golkar ini semua striker, seperti main futsal semalam gitu loh,” lanjutnya.

Mekanisme Pergantian yang Dinamis

Bahlil kemudian memperjelas mekanisme pergantian yang dimaksud, dengan tetap berpegang pada analogi futsal. Dalam olahraga tersebut, pergantian pemain bersifat dinamis dan tak terikat waktu, murni untuk kepentingan pencapaian tujuan tim.

“Futsal itu tidak mesti habis pertandingan baru ganti pemain. Tiga menit, capek, keluar, baru masuk. Tujuannya kan goal-nya,” paparnya.

Penekanannya jelas: keberadaan di posisi strategis adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan dengan kinerja nyata. Prinsip ini, menurutnya, berlaku secara universal di semua lini.

Evaluasi Berlaku untuk Semua, Termasuk Dirinya

Yang menarik, Bahlil tidak hanya menyasar kader. Ia dengan lugas menyatakan bahwa prinsip evaluasi yang sama juga berlaku untuk dirinya sendiri selaku bagian dari pemerintahan. Pernyataan ini menunjukkan konsistensi sekaligus menegaskan bahwa tidak ada posisi yang kebal dari penilaian.

“Saya pun kalau tidak perform, bisa dievaluasi oleh Presiden. Tapi selama perform, sorry ye,” tandasnya.

Pernyataan terakhir itu sekaligus menutup pesannya dengan nada tegas namun percaya diri, menggarisbawahi budaya meritokrasi dan tanggung jawab kolektif yang ingin ditegakkannya dalam kepemimpinan partai.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar