PJHB IPO November 2025: Bidik Dana Rp158 Miliar untuk Ekspansi Tiga Kapal Baru
PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) resmi akan melakukan penawaran saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal November 2025. Emiten jasa angkutan laut khusus alat berat ini menargetkan penghimpunan dana maksimal sebesar Rp158 miliar dari aksi korporasi ini.
Detail Penawaran Saham PJHB
Berdasarkan prospektus yang telah diterbitkan, PJHB berencana melepas sebanyak 480 juta saham, yang setara dengan 25% dari total modal ditempatkan dan disetor. Harga penawaran awal saham PJHB ditetapkan dalam kisaran Rp310 hingga Rp330 per saham. Harga IPO final akan diumumkan kepada publik pada periode penawaran umum berlangsung.
Alokasi Dana Hasil IPO
Manajemen PJHB menyatakan bahwa seluruh dana hasil IPO akan dialokasikan secara penuh untuk belanja modal guna mendorong pertumbuhan bisnis. Rencananya, dana segar tersebut akan digunakan untuk membangun tiga unit armada kapal baru bertipe Landing Craft Tank (LCT).
"Tujuan dari pembangunan tiga unit kapal LCT baru ini adalah untuk mendukung pengembangan bisnis perseroan dan memenuhi permintaan yang terus meningkat dari klien, baik untuk pengangkutan alat berat maupun kontainer," jelas manajemen PJHB.
Mitra Pembangunan Kapal dan Spesifikasinya
Pembangunan ketiga kapal baru ini akan dilakukan melalui kerja sama dengan dua perusahaan galangan kapal, yaitu PT Untung Brawijaya Sejahtera dan PT Adiluhung Saranasegara Indonesia. PJHB menegaskan bahwa kedua mitra tersebut bukan merupakan pihak afiliasi dan belum pernah bekerja sama dengan perseroan sebelumnya.
Secara teknis, setiap kapal LCT baru akan memiliki spesifikasi yang tangguh:
- Panjang: 75 meter
- Lebar: 16 meter
- Tinggi: 4,8 meter
- Kapasitas Bobot Mati: 2.500 DWT
Latar Belakang dan Kebutuhan Ekspansi
Ekspansi armada ini merupakan langkah strategis mengingat kondisi operasional perusahaan saat ini. PJHB telah mengoperasikan lima unit kapal LCT yang telah mencapai tingkat utilisasi maksimal. Kebutuhan akan armada tambahan dengan teknologi terbaru dinilai sangat penting untuk meningkatkan kapasitas dan reputasi perusahaan di sektor logistik laut.
Total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan tiga kapal ini diperkirakan mencapai Rp163 miliar. Kekurangan biaya di luar dana IPO akan ditutup menggunakan kas internal perseroan.
Progress Pembangunan Saat Ini
Proses pembangunan telah dimulai. Satu kapal di antaranya bahkan telah dalam tahap konstruksi dengan kontrak yang ditandatangani pada 3 Juli 2025. Komitmen perseroan sangat kuat; bahkan jika izin IPO tidak diperoleh dari OJK, pembangunan kapal akan tetap dilanjutkan dengan pembiayaan dari kas internal.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020