PSM Makassar Dihukum Denda Rp60 Juta, Tapi Bebas Sanksi Transfer FIFA

- Jumat, 06 Februari 2026 | 08:00 WIB
PSM Makassar Dihukum Denda Rp60 Juta, Tapi Bebas Sanksi Transfer FIFA

MURIANETWORK.COM - PSM Makassar menghadapi dua realitas yang bertolak belakang dalam perjalanan kompetisinya. Di satu sisi, klub berjuluk Juku Eja itu akhirnya terbebas dari sanksi transfer FIFA dan telah mendatangkan dua pemain asing baru. Namun, di sisi lain, mereka harus menanggung denda sebesar Rp60 juta dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat insiden suporter yang memasuki lapangan usai laga kandang imbang 0-0 melawan Semen Padang di Stadion BJ Habibie, Senin (2/2/2026).

Denda Rp60 Juta sebagai Peringatan Disiplin

Keputusan Komdis PSSI menjatuhkan denda kepada PSM Makassar bukan tanpa alasan yang jelas. Insiden yang terjadi seusai laga kontra Semen Padang itu, meski tidak berujung kerusuhan, dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap pengendalian penonton. Aturan yang tertuang dalam Kode Disiplin PSSI 2025 menekankan tanggung jawab klub atas keamanan seluruh perangkat pertandingan, termasuk pemain dan ofisial, dari potensi bahaya.

Langkah suporter turun ke rumput hijau, sekalipun mungkin dimotivasi euforia, tetap membawa risiko yang tidak bisa diabaikan. Keputusan ini menjadi catatan penting bagi manajemen klub untuk mengevaluasi ulang sistem pengamanan, terutama pada momen-momen kritis pasca-pertandingan.

Angin Segar: Bebas Sanksi dan Kedatangan Pemain Baru

Beriringan dengan catatan disiplin itu, ada angin segar yang berhembus dari kantor pusat FIFA di Zurich. Status larangan transfer yang sempat membelenggu PSM Makassar resmi dicabut. Kepastian ini, yang terpantau di laman resmi FIFA, membuka jalan bagi klub untuk segera mengisi jendela transfer yang tersisa.

Manajemen pun bergerak cepat. Dua nama asing telah dipastikan akan memperkuat skuad Juku Eja jelang putaran kedua Super League 2026, menjawab kebutuhan teknis yang sebelumnya diungkapkan pelatih.

Profil dan Harapan di Balik Dua Rekrutan

Dusan Lagator, pemain berpaspor Montenegro berusia 31 tahun, diboyong untuk menambah ketangguhan di sektor pertahanan. Dengan postur tubuh sekitar 190 cm dan pengalamannya bermain di Asia, Lagator diharapkan bisa segera beradaptasi. Kemampuannya yang fleksibel, bisa ditempatkan sebagai bek tengah atau gelandang bertahan, menjadi nilai tambah bagi variasi taktik pelatih.

Sementara itu, untuk lini serang, PSM mendatangkan Sheriddin Boboev dari Tajikistan. Penyerang berusia 26 tahun ini dikenal dengan mobilitas dan agresivitasnya. Boboev, yang bisa diplot baik sebagai ujung tombak maupun pemain sayap, diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan kreativitas dan finishing di depan gawang lawan.

Pesan Pelatih: Keseimbangan Lebih Penting dari Sekadar Jumlah

Strategi perekrutan ini sejalan dengan penekanan yang telah disampaikan pelatih kepala Tomas Trucha sebelumnya. Pelatih asal Ceko itu menggarisbawahi bahwa penambahan pemain harus memperhatikan keseimbangan komposisi tim secara keseluruhan, bukan sekadar menambah jumlah badan.

“Kami mencari pemain yang bisa beradaptasi di beberapa peran agar struktur tim tetap solid,” tegas Trucha, menegaskan filosofinya dalam membangun skuad yang tangguh dan fleksibel.

Menjaga Momentum di Tengah Ujian Profesionalisme

Kini, PSM Makassar berada pada fase krusial. Kebebasan dari sanksi FIFA dan kedatangan pemain baru memberikan momentum positif untuk bangkit. Namun, momentum itu bisa dengan mudah tergelincir jika aspek disiplin dan profesionalisme di luar lapangan diabaikan.

Denda dari Komdis PSSI harus dipandang sebagai peringatan awal. Tantangan terbesarnya adalah menjaga konsistensi, baik dalam performa di lapangan hijau maupun dalam mengelola aspek pendukung di sekitarnya. Hanya dengan keseimbangan itulah PSM bisa mengarungi putaran kedua kompetisi dengan lebih stabil dan mempertahankan citranya sebagai salah satu klub penting dalam peta sepak bola nasional.

Komentar