Presiden Prabowo Gelar Forum Dialog Bahas Arah Politik Luar Negeri

- Kamis, 05 Februari 2026 | 06:30 WIB
Presiden Prabowo Gelar Forum Dialog Bahas Arah Politik Luar Negeri

MURIANETWORK.COM - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh kunci diplomasi dan politik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/2/2026). Forum ini digelar untuk membahas dan menyelaraskan arah kebijakan politik luar negeri Indonesia di bawah pemerintahannya. Dalam pertemuan yang dihadiri mantan menteri luar negeri, akademisi, praktisi, serta pimpinan Komisi I DPR RI itu, Presiden secara langsung memaparkan pandangan dan garis besar strategi diplomasi negara.

Forum Dialog untuk Menyatukan Persepsi

Menteri Luar Negeri Sugiono, yang hadir dalam pertemuan tersebut, menegaskan pentingnya forum ini sebagai media komunikasi langsung antara Presiden dan para pemangku kepentingan. Menurutnya, dialog semacam ini memungkinkan penyampaian visi kebijakan luar negeri dari pemegang mandat tertinggi secara transparan.

Sugiono menjelaskan, "Dalam rangka menjelaskan, kemudian berdiskusi, dan juga menyampaikan arah-arah politik luar negeri, di mana beliau selaku kepala negara dan kepala pemerintahan memegang kedaulatan penuh sebagai penentu arah kebijakan dan politik luar negeri Indonesia."

Ia juga mengungkapkan bahwa pertemuan dengan format serupa rencananya akan dijadikan agenda rutin. Langkah ini dinilai krusial untuk membangun kesepahaman dan koordinasi yang solid di antara berbagai institusi dan pihak yang terlibat dalam pelaksanaan diplomasi Indonesia.

"Supaya kita bisa mencapai pemahaman yang sama terhadap kebijakan politik luar negeri dari Presiden," lanjutnya.

Suasana Diskusi yang Konstruktif

Mengenai dinamika yang terjadi, Sugiono menekankan bahwa diskusi berjalan konstruktif tanpa diwarnai perdebatan sengit atau polarisasi sikap. Perbedaan pandangan yang muncul justru dipandang sebagai bagian yang memperkaya analisis dan wacana, bukan sebagai pertentangan.

"Kalau dianggap pro dan kontra, saya tidak melihat pro dan kontra. Yang ada adalah perbedaan perspektif yang dibicarakan, dan pada akhirnya melihat politik luar negeri sebagai satu kesatuan," tegas Menlu Sugiono.

Ia menggambarkan suasana pertemuan berlangsung terbuka dan interaktif. Presiden terlebih dahulu menyampaikan pokok-pokok pikirannya, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan tukar pendapat yang cair. Beberapa tokoh yang hadir pun secara aktif menyumbangkan pemikiran dan pertimbangan mereka berdasarkan pengalaman dan keahlian masing-masing.

"Beberapa tokoh juga menyampaikan pandangan dan pemikiran mereka," tutup Sugiono, mengakhiri penjelasannya mengenai pertemuan yang berfungsi sebagai langkah awal konsolidasi kebijakan luar negeri tersebut.

Komentar