Akhir Tragis Sang Raja Penipuan Online di Perbatasan Myanmar

- Rabu, 04 Februari 2026 | 16:40 WIB
Akhir Tragis Sang Raja Penipuan Online di Perbatasan Myanmar

Kisah keluarga Ming, klan mafia yang namanya menebar teror di perbatasan Myanmar-China, akhirnya berakhir di depan regu tembak. Sungguh akhir yang kelam.

Media pemerintah China baru-baru ini mengonfirmasi eksekusi mati terhadap sebelas anggota keluarga itu. Vonisnya sendiri sebenarnya sudah jatuh dari pengadilan di Zhejiang pada September 2025 silam. Tapi eksekusinya baru terungkap sekarang. Mereka adalah otak di balik pusat-pusat penipuan online yang beroperasi dari kota Laukkaing, Myanmar.

Dari Judi ke Penipuan Online

Keluarga Ming bukanlah pendatang baru. Selama bertahun-tahun, mereka mengubah Laukkaing sebuah kota terpencil dan miskin menadi sarang kasino dan prostitusi. Kepala klan, Ming Xuechang, terkenal dengan operasi scam-nya yang dijuluki "Crouching Tiger Villa".

Awalnya bisnis mereka cuma judi dan prostitusi. Namun, belakangan, mereka banting setir ke penipuan online. Modusnya kejam: mereka mempekerjakan orang-orang hasil penculikan. Menurut perkiraan PBB, ratusan ribu orang sudah jadi korban perdagangan manusia untuk dipekerjakan di scam center seperti ini di seluruh Asia Tenggara. Banyak dari mereka adalah warga China sendiri, dipaksa menipu sesama warga negara China pula.

Pengadilan tertinggi China menyebut angka yang fantastis. Antara 2015 hingga 2023, operasi keluarga Ming ini meraup keuntungan lebih dari 10 miliar yuan. Itu setara dengan Rp 22 triliun.


Halaman:

Komentar