Megawati Soroti Kekuatan Empati Perempuan di Forum Global Abu Dhabi

- Rabu, 04 Februari 2026 | 15:54 WIB
Megawati Soroti Kekuatan Empati Perempuan di Forum Global Abu Dhabi

“Ayah saya, Bung Karno yang merupakan Pendiri dan Proklamator serta Presiden Pertama bangsa kami, menegaskan bahwa Indonesia bukan didirikan untuk satu golongan, satu agama, atau satu suku, melainkan ‘satu untuk semua, semua untuk satu’. Prinsip inilah yang menjadi fondasi etik kepemimpinan nasional kami,” urai Megawati.

Di sisi lain, ia punya pesan khusus untuk para perempuan. Jangan terjebak, katanya, pada pilihan hitam-putih antara peran di rumah dan di masyarakat. Itu dilema palsu.

“Saya ingin mengingatkan kembali agar perempuan tidak terjebak dalam dilema palsu antara rumah dan masyarakat. Yang dibutuhkan adalah manajemen waktu, komunikasi yang setara dengan pasangan hidup, serta dukungan struktural dari negara dan lingkungan sosial,” kata Megawati.

Refleksi pribadinya pun mengalir. Ia bercerita tentang bagaimana latar belakang keluarganya membentuknya. Ayahnya presiden, ibunya dari etnis berbeda. Semua itu, ditambah keyakinan dan etika, membentuknya jadi seperti sekarang.

“Sebagai pemimpin, maka saya menjadi seorang yang dijadikan oleh orang tua saya, bapak saya seorang presiden, tentu ibu saya seorang First Lady, yang datang dari etnis yang berbeda, yang membuat saya tetapi sekarang menjadi manusia yang seperti ini, itu adalah karena keyakinan, keteguhan, keuletan, keberanian, dan kesabaran, dipadu dengan etika moral dan hati nurani,” katanya.

Di akhir, ia menegaskan inti dari semua pembicaraan ini. Kepemimpinan perempuan, pada akhirnya, adalah soal menyatukan peran dan memberi kontribusi nyata. Bukan cuma soal jabatan.

“Ketika perempuan menghadirkan nilai kemanusiaan, empati, dan keadilan dalam seluruh ruang hidupnya, kepemimpinan tidak lagi semata soal jabatan, melainkan kontribusi nyata bagi terwujudnya yang dicita-citakan kita bersama, yaitu Human Fraternity, sebagaimana dicita-citakan oleh para pendiri bangsa di mana pun juga, dan relevan bagi masa depan peradaban global,” urainya.

Forum itu sendiri dihadiri banyak tokoh. Ada Presiden Timor Leste Ramos Horta, sejumlah Ibu Negara, dan aktivis dari berbagai negara. Megawati sendiri tampak didampingi putranya, Muhammad Prananda Prabowo, serta Ahmad Basarah dari DPP PDIP dan Dubes RI untuk UEA, Judha Nugraha.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar