Rabu (4/2) lalu, Gedung MK di Jakarta menjadi saksi sebuah peralihan. Arief Hidayat resmi melepas jabatannya sebagai hakim konstitusi, tepat sehari setelah usianya menginjak 70 tahun. Posisi yang ditinggalkannya itu tak akan lama kosong. Adies Kadir, politikus yang namanya sudah disetujui DPR, bersiap untuk mengisi kursi tersebut.
Usai acara wisuda purnabaktinya, Arief terlihat cukup lega. Soal penggantinya, ia punya keyakinan tersendiri.
"Saya kira Pak Adies Kadir seorang politikus yang ulung, seorang yang sudah mempunyai kompetensi," ujar Arief.
Optimisme itu tentu bukan tanpa catatan. Arief mengakui, Adies perlu sedikit waktu untuk beradaptasi. Dunia DPR tempatnya lama berkecimpung, kan, berbeda dengan ruang sidang MK. Di Senayan, tugasnya adalah meramu undang-undang dengan menampung beragam kepentingan. Sementara di MK, fokusnya justru menguji produk hukum itu agar selaras dengan konstitusi.
"Jadi ada posisinya sudah harus berbeda," jelasnya.
Artikel Terkait
Main Hakim Sendiri Berujung Buntung: Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka
Persoalan Kertas yang Merenggut Nyawa: Bocah 10 Tahun Bunuh Diri Usai Keluarga Tak Kebagian Bansos
Akhir Tragis Sang Raja Penipuan Online di Perbatasan Myanmar
KPK Bergerak Lagi, OTT Sasar Pejabat Bea Cukai