Pertemuan di Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat pekan lalu, cukup hangat. Abraham Samad, mantan Ketua KPK itu, hadir bersama beberapa tokoh oposisi lain untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan itu, Abraham menyampaikan satu permintaan yang cukup tegas.
Ia meminta Prabowo mempertimbangkan untuk mengembalikan 57 mantan pegawai KPK. Mereka, termasuk penyidik kondang Novel Baswedan, itu disingkirkan lewat sebuah tes yang kontroversial: Tes Wawasan Kebangsaan atau TWK.
"Yang terakhir saya bilang, harus dipikirkan, mengembalikan 57 orang yang ditendang, yang dikeluarkan oleh Firli dari KPK dengan alasan tes wawasan kebangsaan abal-abal," ujar Abraham kepada Kompas.com, Senin (2/2/2026).
Istilah "abal-abal" itulah yang langsung menyita perhatian Prabowo.
Menurut Abraham, presiden langsung merespons. Prabowo bertanya kenapa ia memakai istilah begitu untuk menyebut TWK.
"Langsung dia bilang, 'kenapa Pak Abraham memakai istilah abal-abal?'. Karena saya bilang Tes Wawasan Kebangsaan itu bukan bertujuan untuk menguji seseorang tingkat wawasan kebangsaannya," papar Abraham.
Artikel Terkait
Tiga Nyawa Melayang di Tol Cipali Diduga Akibat Kurang Antisipasi
DIY Siapkan Rp4,5 Miliar untuk Tekan Stunting hingga 8,4%
Tere Liye Sindir Pejabat: Logika Kalah-Menang Bisa Picu Aceh Ingin Merdeka
PBNU Dukung, Muhammadiyah dan MUI Ragu: Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Picu Polemik