Kantor PT Shinhan Sekuritas digeledah Bareskrim Polri, Selasa lalu. Ruang kerja yang biasanya ramai dengan deretan monitor itu disisir penyidik untuk mengungkap dugaan kejahatan di pasar modal. Beberapa petugas terlihat membawa keluar sejumlah boks dan perangkat elektronik sebagai barang bukti.
Brigjen Ade Safri Simanjuntak, Direktur Dittipideksus Bareskrim, membenarkan aksi tersebut. Menurutnya, penggeledahan ini terkait penyidikan dua lini sekaligus: pelanggaran di pasar modal dan pencucian uang.
"Betul, terkait perkara pasar modal," ujar Ade Safri saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, Shinhan Sekuritas berperan sebagai penjamin emisi efek untuk PT MML saat perusahaan itu melantai di bursa. Nah, di sinilah masalahnya mulai terkuak.
Skema IPO Menyesatkan PT MML
Kasus PT MML atau saham PIPA ini cukup rumit. Ternyata, perusahaan ini sebenarnya tak layak untuk IPO. Valuasi asetnya tak memenuhi syarat. Modusnya? Mereka memberikan pernyataan tidak benar soal fakta material, sehingga bisa menyesatkan investor ritel.
Yang menarik, untuk memuluskan aksinya, Direktur PT MML berinisial J memakai jasa konsultan milik seorang pegawai Bursa Efek Indonesia sendiri.
"PT MML ini menggunakan jasa advisory PT MBP, yang merupakan perusahaan konsultan milik salah satu pegawai BEI, yaitu terpidana MBP," papar Ade Safri usai penggeledahan.
Akibatnya, tiga tersangka baru kini ditetapkan: BH (eks staf BEI), DA (Financial Advisor), dan RE (Project Manager PT MML). Shinhan Sekuritas digeledah karena dulu menjadi penjamin untuk IPO senilai Rp 97 miliar itu.
Main-Main dengan Reksadana: Kasus Narada
Sementara itu, kasus lain yang sedang diusut melibatkan PT Narada Aset Manajemen. Kalau MML main di IPO, Narada diduga main kotor di pengelolaan reksadana. Intinya, mereka merekayasa harga melalui aset dasar (underlying asset) yang sebenarnya dikendalikan dari dalam.
Artikel Terkait
Seruan Prabowo di Pantai Kuta: TNI-Polri dan Pelajar Turun Tangan Bersihkan Sampah
Era Arief Hidayat Berakhir, MK Gelar Wisuda Purnabakti untuk Sang Mantan Ketua
Bus PO Haryanto Meledak Jadi Lautan Api di Tol Pemalang, Seluruh Penumpang Selamat
Kisah Kiki: Amukan di Bintaro Berakhir dengan Permintaan Maaf