Cuaca di Hollywood, Florida, Senin lalu (2/2/2026), benar-benar tak biasa. Dingin yang menusuk. Dan di sebuah properti, para petugas dari Redline Iguana Removal sibuk mengumpulkan puluhan reptil berwarna hijau yang sudah tak bernyawa iguana-iguana yang mati kedinginan.
Menurut laporan AFP, kawasan Florida Selatan memang sedang dilanda suhu ekstrem. Dua malam berturut-turut, termometer anjlok sampai ke angka -1,1°C. Bagi kita mungkin biasa saja, tapi bagi makhluk berdarah dingin seperti iguana, itu adalah bencana.
Makanya, jangan heran melihat mereka berjatuhan dari pepohonan. Ketika suhu tubuhnya drop drastis, iguana jadi lunglai dan kehilangan cengkeraman. Akhirnya, mereka pun terkapar di tanah. Banyak yang tak selamat.
“Dalam dua hari ini saja, kami sudah mengevakuasi sekitar 2.500 bangkai iguana,” ujar salah seorang tim pengumpul hewan. Angka yang cukup fantastis, bukan?
Kalau dirunut ke belakang, peristiwa kali ini bisa dibilang yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir. Gelombang dingin yang singkat itu berhasil menciptakan kematian massal spesies invasif ini. Sungguh ironis, tapi nyata.
Artikel Terkait
Mentan Amran Rayakan Idulfitri dan Dengarkan Aspirasi Warga di Kampung Halaman Bone
Menag Ajak Umat Islam Perkuat Empati dan Kepedulian Sosial di Idulfitri
Khatib di Makassar Ingatkan Jemaah Idul Fitri untuk Berbakti kepada Orang Tua
Bournemouth Tahan Imbang Manchester United 2-2 dalam Drama Gol Bunuh Diri dan Kartu Merah