Jadi, riwayat sekolahnya di SMAN 2 Kudus pun tak bisa berjalan normal. Dia hanya sempat masuk sebentar, itu pun menjelang waktu tes di bulan November lalu. Selebihnya, Rizza harus fokus total pada pengobatan.
"Sakit kanker nasofaring sejak kelas 8. Selama di SMAN 2 Kudus hanya masuk menjelang tes November, karena ananda harus kemoterapi di RS Karyadi Semarang," lanjut Nasihul menjelaskan keadaan siswi tersebut.
Nah, poin penting lainnya datang dari sini. Karena kondisinya, sejak Januari 2025 Rizza sama sekali belum pernah kembali ke sekolah. Alhasil, secara otomatis dia tidak termasuk dalam daftar penerima paket makanan bergizi dari program MBG.
"Januari ini yang bersangkutan belum pernah berangkat sekolah sehingga tidak menerima paket MBG," kata Nasihul menegaskan.
Di akhir penjelasannya, dia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati. Jangan mudah percaya, apalagi ikut menyebarkan, informasi yang belum jelas kebenarannya. Terutama ketika informasi itu menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak sekolah.
Artikel Terkait
Mentan Amran Rayakan Idulfitri dan Dengarkan Aspirasi Warga di Kampung Halaman Bone
Menag Ajak Umat Islam Perkuat Empati dan Kepedulian Sosial di Idulfitri
Khatib di Makassar Ingatkan Jemaah Idul Fitri untuk Berbakti kepada Orang Tua
Bournemouth Tahan Imbang Manchester United 2-2 dalam Drama Gol Bunuh Diri dan Kartu Merah