Prabowo Ingatkan Ancaman Perang Dunia Ketiga, Serukan Korve Sampah dan Penertiban Spanduk

- Selasa, 03 Februari 2026 | 06:36 WIB
Prabowo Ingatkan Ancaman Perang Dunia Ketiga, Serukan Korve Sampah dan Penertiban Spanduk

"Danantara, semua BUMN, ribuan anak buahnya korve! Saya tidak mau lihat plastik atau sampah di sekitar kantor BUMN," serunya.

Arahan itu disambut riuh peserta dengan teriakan "siap!". Tapi Prabowo langsung menyergah. "Benar ya? Jangan siap, siap, siap," ujarnya, menekankan bahwa yang dibutuhkan adalah aksi nyata, bukan sekadar jawaban seremonial.

Persoalan estetika kota juga ia singgung. Dalam kunjungannya ke berbagai daerah, Prabowo jengkel melihat pemandangan yang seragam: spanduk dan baliho iklan yang memenuhi sudut kota.

"Kalau saya ke Balikpapan dan saya ke Banjarmasin hampir tidak berbeda, spanduk-spanduk-spanduk," keluhnya.

Dia bahkan menyindir iklan yang dianggapnya tak perlu berukuran besar. "Ayam goreng pesan satu dapat satu free, kenapa harus besar-besar sih."

Bagi Prabowo, wajah kota, terutama daerah wisata, harus dijaga. Turis datang untuk menikmati keindahan, bukan deretan reklame. Dia mengambil contoh Bogor, kota yang dikenangnya sangat indah dan bahkan menjadi tempat favorit Bung Karno.

"Dari dulu aku ingin tinggal di Bogor, akhirnya jadi Presiden ya tinggal di Bogor," candanya ringan.

Penertiban spanduk ini, ia tekankan, harus dilakukan dengan cara yang baik lewat dialog. Poinnya jelas: dari ancaman perang global sampai sampah di pinggir jalan, semua perlu tindakan serius. Dan itu dimulai dari hal-hal yang paling dekat.


Halaman:

Komentar