Suasana tegang sempat mengguncang Musda XI Golkar Sumut, Minggu (1/2) siang. Keributan pecah di area pintu masuk hotel tempat acara digelar, tepatnya sekitar pukul 14.40 WIB. Tak lama, kericuhan itu menjalar ke luar, memenuhi jalan depan hotel di kawasan Jalan Yos Sudarso, Medan.
Dua kelompok, sama-sama mengenakan baju kuning berlambang Golkar, terlibat saling serang. Suara petasan memecah udara, beberapa orang terlihat membawa bambu. Adegan itu tentu saja memanaskan situasi.
Menurut Sekretaris SC Musda, Muhammad Asril, pemicu keributan diduga kuat adalah kehadiran orang-orang yang tidak terdaftar sebagai peserta forum.
"Di dalam forumnya sendiri sebenarnya tidak ribut. Nah, ketika masuk tahap sidang paripurna, kita minta unsur-unsur di luar peserta untuk menyesuaikan diri. Kebetulan tadi ada yang bukan peserta, jadi kita minta mereka untuk menyesuaikan," jelas Asril saat ditemui di lokasi kejadian.
Asril mencoba melihat sisi lain. Baginya, dinamika seperti ini dalam politik internal Golkar Sumut adalah hal yang biasa. Ia bahkan menyampaikan terima kasih.
"Saya pikir dinamika di Partai Golkar sangat luar biasa. Kami memberikan apresiasi kepada masyarakat yang ikut mengawal dan memantau jalannya Musda," ujarnya.
Artikel Terkait
Saudi dan UEA Tutup Wilayah untuk Serangan AS ke Iran, Pertanda Pergeseran Kekuatan
Bocor Rp155 Triliun, Devisa Negara Tersedot Ekspor Emas Ilegal
Anies Baswedan Ajak Pengawal Sipil Foto Bareng Saat Makan di Warung
Durian Jadi Senjata Diplomasi: Bagaimana Buah Berduri Kuasai Pasar Tiongkok dan Pererat Hubungan ASEAN