Namun begitu, banyak yang mencium aroma politis di balik tindakan deportasi ini. Pemerintah dinilai gerah dengan publikasi data yang dianggap masih prematur. Kekhawatirannya, data semacam itu bisa menggoyang kredibilitas upaya Indonesia dalam menangani deforestasi dan karhutla di kancah internasional. Citra sedang dipertaruhkan.
Lalu, bagaimana kabar David Gaveau sekarang?
Hingga awal 2026, ia dilaporkan tetap tak berhenti mengawasi. Dari jauh, dari luar negeri, ia terus memantau kondisi hutan Indonesia. Caranya? Melalui platform analisis satelit, salah satunya Nusantara Atlas. Jarak fisik rupanya tak menghalangi perhatiannya.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral