Namun begitu, banyak yang mencium aroma politis di balik tindakan deportasi ini. Pemerintah dinilai gerah dengan publikasi data yang dianggap masih prematur. Kekhawatirannya, data semacam itu bisa menggoyang kredibilitas upaya Indonesia dalam menangani deforestasi dan karhutla di kancah internasional. Citra sedang dipertaruhkan.
Lalu, bagaimana kabar David Gaveau sekarang?
Hingga awal 2026, ia dilaporkan tetap tak berhenti mengawasi. Dari jauh, dari luar negeri, ia terus memantau kondisi hutan Indonesia. Caranya? Melalui platform analisis satelit, salah satunya Nusantara Atlas. Jarak fisik rupanya tak menghalangi perhatiannya.
Artikel Terkait
Di Balik Angpao dan Kembang Api: Filosofi Tersembunyi yang Menghidupkan Imlek
Sarmuji Soroti Kebutuhan Sistem Multipartai Sederhana untuk Presidensialisme
Indonesia Kecam Serangan Israel di Gaza, Sebut Langgar Gencatan Senjata
Trump Luncurkan Dewan Perdamaian untuk Gaza, Dunia Terbelah Antara Harapan dan Kecurigaan