Kepulan Asap Kuning di Cilegon Picu Kepanikan Warga
Suasana di Kecamatan Gerem, Cilegon, mendadak ricuh Sabtu (31/1) lalu. Penyebabnya, gumpalan asap berwarna kuning kecokelatan tiba-tiba membubung tinggi dari area pabrik kimia PT Vopak Terminal Merak. Banyak warga yang langsung panik melihat pemandangan itu.
Rismone Tobing (52) adalah salah satu yang mengalaminya. Menurutnya, awal mula kejadian justru tercium dari bau. "Awalnya nyium bau nyengat," ujarnya.
"Pas saya lihat kabut (asap) itu, saya kabur ke belakang karena baunya nggak kuat, aroma bau kimia. Ada setengah jam (asap mengepul sebelum hilang)."
Kepanikan itu ternyata berujung pada korban. Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Ratih Purnamasari, melaporkan setidaknya 46 orang yang berada di sekitar lokasi harus dilarikan ke Puskesmas. Mereka diduga menghirup gas kimia dan membutuhkan perawatan intensif.
Gejalanya beragam, mulai dari pusing, mual, hingga sesak napas. Namun begitu, kabar baiknya adalah kondisi mereka tak sampai fatal. Setelah mendapat penanganan medis, seluruh korban akhirnya diizinkan pulang.
"Alhamdulillah sudah ditangani saat itu, sudah diberi tindakan dan alhamdulillah sudah pada pulang semua," kata Ratih.
Klaim Vopak: Bukan Kebocoran
Di sisi lain, pihak perusahaan punya penjelasan berbeda. Melalui pernyataan HRD PT Vopak Terminal Merak, Ajeng Yuanita, mereka membantah adanya kebocoran pipa gas sebagai sumber asap kuning itu.
Artikel Terkait
Red Notice Interpol Mengekang Ruang Gerak Buronan Korupsi Riza Chalid
Remaja 15 Tahun di Cianjur Diduga Sodomi dan Lecehkan 10 Anak Kecil
Khamenei Peringatkan AS: Perang di Iran Akan Jadi Konflik Regional
Interpol Akhirnya Terbitkan Red Notice untuk Riza Chalid Setelah Proses Alot Empat Bulan