Sabtu lalu, suasana di SRMP 1 Deli Serdang tampak berbeda. Kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, memecah rutinitas dengan semangat baru. Kunjungannya pada 31 Januari 2026 itu bukan sekadar seremonial belaka. Ia datang dengan pesan kuat tentang inklusivitas, sebuah prinsip yang diusung Sekolah Rakyat gagasan Presiden Prabowo Subianto.
Begitu tiba, yel-yel riuh para siswa langsung menyambutnya. Gus Ipul pun tak sungkan berinteraksi. Ia berdialog hangat dengan Fahry Adris, salah seorang komandan barisan. Usai bicara, Gus Ipul tak hanya memberi semangat, tapi juga memeluk Fahry. Sebuah gestur sederhana yang terasa tulus.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul menegaskan satu hal penting. Pembelajaran di Sekolah Rakyat harus benar-benar inklusif. Tak boleh ada perbedaan perlakuan, khususnya bagi siswa disabilitas.
Di sekolah itu, ada seorang siswi penyandang disabilitas bernama Alifa yang mengidap down syndrome. Menghadapi kondisi ini, Gus Ipul justru melihat peluang. Ia yakin setiap anak punya kelebihan. Tantangannya adalah bagaimana menggali potensi itu.
Ia pun mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk fokus membimbing Alifa mengasah bakatnya.
Artikel Terkait
Di Balik Panasnya Aspal Skanda, Nurlia Berjuang untuk Sekolah Anak-anaknya
Sumbar Pimpin Progres Huntara, Aceh Masih Tertinggal
Jenazah Wagub Sulbar Tiba di Jakarta, Akan Dimakamkan di Kalibata
Rakornas 2026: Titik Temu Pusat dan Daerah untuk Pacu Indonesia Emas 2045