"Di dalam NU tidak ada orang lain, bahkan orang lain pun menjadi orang dalam dalam lingkungan Nahdlatul Ulama,"
Dengan pondasi semacam itu, Nasaruddin optimis melihat masa depan NU. Dia yakin organisasi ini akan terus menjadi salah satu pilar penting bangsa.
"Karena itu, insyaallah NU ke depan tetap akan kita jadikan sebagai wadah kekuatan besar bangsa Indonesia ini,"
Pernyataan ini tentu punya konteksnya sendiri. Beberapa waktu belakangan, publik sempat diramaikan oleh dinamika internal di tubuh PBNU. Isu tentang permintaan mundur terhadap Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, sempat mencuat ke permukaan.
Namun begitu, pernyataan Menag di hari istimewa ini seakan menegaskan bahwa dinamika semacam itu adalah hal yang wajar. Layaknya keluarga, pasang surut hubungan adalah bagian dari proses. Yang penting, fondasi "kekeluargaan" itu sendiri tetap kokoh berdiri.
Artikel Terkait
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral
Panen Raya Majalengka Capai 11,5 Ton per Hektare, Stok Beras Nasional Dipastikan Surplus
Dua Turis Asing Pembuat Konten Porno Viral Berjaket Ojol Digagalkan Kabur di Bandara Bali
Dua Pemudik Motor Terluka dalam Kecelakaan di Jalur Padat Cirebon