Narasi di linimasa makin beragam. Seorang netizen lain, @rafinashra, menyoroti alasan di balik reaksi keras tersebut. Menurutnya, IHSG selama ini jadi kebanggaan sekaligus tameng untuk menunjukkan performa ekonomi.
"IHSG itu dijaga banget, soalnya cuma itu andalan dia buat bilang ekonomi Indonesia bagus. Sekarang mau pamer apa lagi? Pertumbuhan GDP mandek, penerimaan pajak jeblok, investasi merosot, pengangguran malah naik," tulisnya.
Di sisi lain, ada yang melihatnya dari kacamata politik. Akun @OjanInter memberikan pandangan yang lebih sinis tentang hubungan kekuasaan.
"RI 1 cuma tunduk sama konglomerat karena merekalah yang biayai kampanye pilpres. Gampang ditebak sih," kicaunya.
Gelombang pengunduran diri di tubuh otoritas pasar modal ini jelas meninggalkan kesan mendalam. Bukan cuma soal angka indeks yang merah, tapi lebih pada pesan politik dan ekonomi yang tersirat. Ruang obrolan publik pun dipenuhi tafsir, dari yang sekadar guyonan sampai analisis pedas. Semuanya berbaur, mencoba memahami sebuah peristiwa yang jauh dari sederhana.
Artikel Terkait
Panen Raya Majalengka Capai 11,5 Ton per Hektare, Stok Beras Nasional Dipastikan Surplus
Dua Turis Asing Pembuat Konten Porno Viral Berjaket Ojol Digagalkan Kabur di Bandara Bali
Dua Pemudik Motor Terluka dalam Kecelakaan di Jalur Padat Cirebon
Polisi Ungkap Jaringan Konten Dewasa WNA di Bali, Pelaku Pakai Jaket Ojol untuk Viral