Air banjir masih menggenangi rumahnya, tapi bagi Tardi, itu bukan alasan untuk berhenti melakukan hal yang disukainya. Warga Desa Doropayung, Pati, ini punya prinsip sederhana: hobi jangan sampai tenggelam bersama harta bendanya. Di usianya yang ke-50, ia lebih memilih untuk tetap memancing di tengah situasi yang bagi kebanyakan orang terasa menyiksa.
Siang itu, permukiman desanya masih terendam. Ketinggian air sekitar 80 sentimeter. Tardi terlihat duduk tenang di tangga sebuah rumah, tangan mantap memegang joran yang dijulurkan ke arah selokan banjir. Dengan umpan jangkrik, ia menunggu dengan sabar. Gerak-geriknya santai, seolah sedang di tepi danau yang tenang, bukan di lokasi bencana.
“Ada banyak ikan lepasan karena kolam atau tambak terendam banjir,” ujarnya, Rabu lalu.
Ia menjelaskan, di selokan itu biasanya berkeliaran lele dan nila yang lolos dari tambak warga. Ikan-ikan hasil tangkapannya dimasukkan ke dalam bronjong anyaman bambu yang mengapung di depannya.
Namun begitu, hari itu rezeki sepertinya tak seberapa. Setelah kurang lebih dua jam memancing, hasilnya cuma sekitar lima ekor lele. Jauh dari biasanya. “Dapat ikannya nggak tentu,” keluhnya dengan senyum kecut. “Biasanya bisa dapat belasan ikan.”
Artikel Terkait
Kapolda DIY Copot Kapolresta Sleman Usai Kasus Hogi Minaya Mengguncang Kepercayaan Publik
Mahasiswa Papua Tewas Tertabrak Truk LPG Saat Manuver di Jalan Solo-Semarang
Pemerintah Pacu Rehabilitasi Sekolah di Aceh, Target Rampung 2026
Guru Besar Unair Sorot Runtuhnya Kepercayaan Akademis, Desak Jokowi Buka Ijazah