Di sisi lain, kehidupan sosial pun berubah total. Kampus itu pertemuan dari berbagai daerah, latar belakang, dan karakter yang berbeda-beda. Mencari teman yang sepemikulan butuh proses. Ada yang langsung klik dan dapat circle, ada juga yang butuh waktu lebih lama untuk merasa nyaman. Dan itu semua normal adanya.
Yang jarang dibicarakan adalah suara keraguan di dalam diri sendiri. Baru masuk, tapi pertanyaan sudah mengganggu: "Apa aku salah jurusan?" atau "Aku sanggup nggak ya ngikutin semuanya?" Perasaan semacam ini wajar banget, apalagi di masa-masa awal ketika kita masih mencoba memahami segala sesuatu.
Jadi, kunci untuk melewati semester pertama sebenarnya bukan tentang menjadi yang paling cerdas di kelas. Bukan itu. Tapi lebih pada kemampuan menyesuaikan diri. Belajar mengatur waktu, berani angkat tangan dan bertanya saat bingung, serta perlahan melangkah keluar dari zona nyaman. Nggak perlu langsung jadi super. Yang penting, ada kemauan untuk bertumbuh.
Pada dasarnya, semester pertama adalah masa fondasi. Di sinilah kita belajar mengenal diri sendiri, mencari cara belajar yang pas, dan membangun lingkungan yang mendukung. Memang berat di awal. Tapi percayalah, fase ini nantinya akan jadi cerita yang membuatmu tersenyum, sambil berkata, "Wah, ternyata aku sudah melalui jalan yang cukup panjang."
Artikel Terkait
Ketika Anak Tak Merasa Diterima: Luka Batin yang Tumbuh dalam Diam
Uni Eropa Resmi Cap IRGC Iran sebagai Organisasi Teroris
118 Siswa Kudus Terkapar, Program Makan Bergizi Berujung Bencana
Samin Tan dan Phoenix: Dua Kasus Utang yang Menunggu Tangan Tegas Kejagung