Rapat Darurat PBNU Pulihkan Posisi Gus Yahya sebagai Ketua Umum

- Kamis, 29 Januari 2026 | 21:42 WIB
Rapat Darurat PBNU Pulihkan Posisi Gus Yahya sebagai Ketua Umum

Di Gedung PBNU, Jakarta, suasana Kamis (29/1) itu terasa mendesak. Rapat Pleno digelar, dipimpin langsung oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar. Pertemuan yang dihadiri secara luring dan daring oleh para pengurus ini punya agenda besar: meninjau ulang sebuah keputusan penting yang dibuat sebelumnya.

Intinya, rapat memutuskan untuk memulihkan posisi KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU. Keputusan Rapat Pleno pada 9 Desember 2025 yang lalu, yang sempat memberhentikannya, kini ditinjau kembali.

Menurut KH Miftach, langkah ini terpaksa diambil dengan cepat. Biasanya, undangan rapat pleno harus disampaikan tujuh hari sebelumnya. Tapi situasinya mendesak. “Mestinya undangan disampaikan tujuh hari sebelumnya sesuai aturan,” akunya. Namun begitu, ada banyak agenda besar NU yang menunggu, belum lagi situasi kebencanaan nasional yang membutuhkan keutuhan organisasi. “Kami melihat banyak agenda besar yang harus kita putuskan dan kita lakukan secara bersama-sama,” ucapnya.

Spirit kebersamaan itulah, katanya, yang menjadi roh utama sejak Muktamar Ke-34 NU di Lampung. Semua dikembalikan seperti semula. “Ini membuat kita lebih dewasa dalam berorganisasi. Waktu Muktamar Lampung dulu, kami pun pernah mengambil kebijakan seperti ini,” kenangnya.

Dengan nada tegas, KH Miftach menyampaikan keputusan inti rapat.

Tak hanya itu, komposisi kepengurusan pun dikembalikan seperti hasil Muktamar Lampung yang telah diperbarui lewat SK PAW 2024.

Permohonan Maaf dan Pengembalian Mandat


Halaman:

Komentar