Pelantikan Dewan Energi Nasional, Panglima TNI Turut Hadir di Istana
Suasana di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (28/1/2026) itu cukup khidmat. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin langsung acara pelantikan pengurus Dewan Energi Nasional untuk periode lima tahun ke depan, 2026 hingga 2030. Salah satu yang hadir menyaksikan momen penting ini adalah Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto.
Kehadiran pucuk pimpinan TNI itu bukan tanpa makna. Menurut pengamat, hal ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah dan juga unsur pertahanan memandang urusan energi. Soalnya, ketahanan energi nasional jelas berkait erat dengan kepentingan strategis bangsa. Jadi, wajar saja kalau TNI memberi dukungan penuh untuk sinergi lintas sektor ini.
Acara pelantikan sendiri punya landasan hukum yang kuat. Dasar utamanya adalah Keputusan Presiden Nomor 6/P Tahun 2026, yang mengatur pengangkatan anggota DEN dari unsur pemerintah. Selain itu, ada juga Keputusan Presiden Nomor 134/P Tahun 2025 tentang pengangkatan dari unsur pemangku kepentingan. Dua aturan itulah yang jadi pijakan bagi terbentuknya dewan untuk periode baru.
Prosesi pelantikannya dibagi dalam dua klaster. Yang pertama adalah klaster menteri. Beberapa nama yang dilantik antara lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa. Tak ketinggalan, Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, hingga Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq juga turut diambil sumpahnya. Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang juga termasuk dalam daftar.
Di sisi lain, ada klaster perwakilan dari pemangku kepentingan. Di kelompok ini, Presiden melantik sejumlah figur seperti Johni Jonatan Numberi, Muhammad Fadhil Hasan, dan Satya Widya Yudha. Kemudian ada pula Sripeni Inten Cahyani, Unggul Priyanto, serta Saleh Abdurrahman. Dua nama terakhir yang dilantik adalah Muhammad Kholid Syeirazi dan Surono.
Dengan komposisi seperti itu, DEN periode baru diharapkan bisa bekerja lebih optimal. Tugas mereka tidak ringan: merumuskan kebijakan energi nasional yang tidak hanya berkelanjutan, tapi juga menjamin kemandirian kita di masa depan. Dan seperti yang terlihat Rabu lalu, mereka akan bekerja dengan dukungan penuh dari berbagai elemen penting negara.
Artikel Terkait
Pemuda Pembegal Remaja di Makassar Babak Belur Dihajar Massa, Satu Pelaku Buron
KNKT Gelar Simulasi Sistem Persinyalan Usai Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur
Unhas Siapkan Tujuh Program Studi Baru, Target Terima Mahasiswa pada 2026
Polisi Dalami Penyebab Kecelakaan Beruntun Kereta Vs Taksi di Bekasi Timur yang Tewaskan 16 Orang