Nyaris tak ada yang berani membalas sindiran Pak Purbaya. Tapi kali ini, sang Direktur Utama Bursa Efek Jakarta merespons. Dan keras lagi. Kalau sudah begini, urusannya bisa berlarut-larut.
Pasar saham kita benar-benar babak belur hari Rabu (28/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkapar, ambruk tajam 7,35% atau sekitar 659 poin. Papan penunjuk akhirnya berhenti di angka 8.320,56 sebuah level yang jauh dari harapan.
Padahal, sebelumnya sempat ada optimisme. Banyak yang yakin IHSG punya peluang menembus 10.000 tahun ini. Nyatanya? Harapan itu seperti uap yang menguap begitu saja di tengah kepanikan.
Kegaduhan di lantai bursa pun tak terhindarkan. Penurunan yang begitu drastis bahkan memaksa otoritas menghentikan sementara perdagangan. Trading halt itu dipicu amblesnya indeks lebih dari 8%. Menurut sejumlah analis, semua ini diduga kuat merupakan reaksi pasar atas pengumuman terbaru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Artikel Terkait
PAN Usulkan Penghapusan Ambang Batas, Suara Belasan Juta Pemilih Tak Boleh Lagi Menguap
Tim Advokasi Soroti Laporan Polisi Eggi-Damai: Skenario Pecah Belah untuk Lindungi Istana
Gus Ipul Bahas Sekolah Rakyat dengan Sekretariat Kabinet, Usung Misi Prabowo Putus Rantai Kemiskinan
Si Monster Tiba di Peru, Akhir Perjalanan Buronan 3 Tahun