Pecahan lima pound sterling Gibraltar ini punya cerita yang menarik. Di kertasnya, terpampang jelas sosok Tariq bin Ziyad. Ya, wilayah yang dikuasai Inggris sejak berabad-abad itu memang memilih sang jenderal legendaris sebagai ikon.
Alasannya sederhana sekaligus mendalam. Gibraltar, atau Jabal Tāriq dalam bahasa Arab, namanya sendiri berasal dari sang penakluk. Jadi, wajar saja jika pemerintah setempat menempatkan wajahnya di uang kertas. Ia bukan cuma simbol geografis, tapi juga pengingat sejarah panjang saat Islam pertama kali menginjakkan kaki di Semenanjung Iberia.
Kalau diperhatikan lebih dekat, di bawah potretnya tertulis nama "Tariq bin Ziyad" dengan huruf Latin. Sementara di sebelah kiri, ada gambar sebuah benteng kokoh yang berdiri di tepi Selat Gibraltar. Benteng itu tak lain adalah Moorish Castle, peninggalan Islam yang masih tegak sampai sekarang.
Beberapa poin penting soal ini:
- Asal Nama Gibraltar: Kata "Gibraltar" itu sendiri sebenarnya turunan dari "Jabal Tāriq" atau Gunung Tariq. Namanya diabadikan untuk menghormati sang panglima yang mendarat di sana pada 711 Masehi.
- Soal Uang Kertasnya: Gibraltar punya mata uang sendiri, Pound Gibraltar, yang nilainya disetarakan dengan Pound Sterling Inggris. Nah, pada seri yang diedarkan antara 1995 hingga sekitar 2010-an, wajah Tariq bin Ziyad jadi gambar utama di pecahan lima pound.
- Benteng Bersejarah: Benteng Islam yang dimaksud itu adalah Moorish Castle. Lokasinya masih bisa dikunjungi di Gibraltar dan jadi salah satu situs sejarah paling ikonik di sana.
Artikel Terkait
Kesibukan Bukan Alasan: Persahabatan yang Mati Pelan-Pelan di Era Modern
Kemiskinan di Tanah Kaya: Siapa yang Menikmati Emas dan Nikel Indonesia?
Bibit Siklon di Selatan Banten: Ombak 6 Meter dan Hujan Lebat Mengancam
Generasi Muda AS Serukan: Kalian Bukan Umat Pilihan, Kalian Iblis