Badai Kristine menghantam Portugal dengan keras. Akibatnya, empat orang dilaporkan meninggal dunia. Pihak berwenang setempat, Rabu (28/1), mengonfirmasi kabar duka ini.
Menurut sejumlah saksi, situasinya benar-benar kacau. Angin kencang yang kecepatannya disebut-sebut mencapai 150 kilometer per jam itu bukan main. Pohon-pohon besar tercabut, atap rumah berterbangan, dan listrik padam total di ratusan ribu rumah. Jumlahnya lebih dari 850.000! Bisa dibayangkan, gelap gulita dan chaos di mana-mana.
Jalur transportasi pun lumpuh. Banyak jalan utama yang terblokir, entah oleh batang pohon yang tumbang atau puing-puing bangunan. Rel kereta api juga tak luput dari gangguan. Perjalanan darat nyaris mustahil dilakukan saat puncak badai.
Korban jiwa berjatuhan. Di Lisbon, seorang pengendara mobil tewas setelah kendaraannya tertimpa pohon. Sementara itu, tiga korban lainnya ditemukan di distrik Leiria, wilayah Portugal tengah yang juga diterjang dengan hebat.
“Ini adalah peristiwa iklim ekstrem,” begitu penilaian pemerintah Portugal. Mereka tak menampik besarnya dampak yang ditimbulkan.
Badan perlindungan sipil mencatat, hujan lebat dan angin ribut itu memicu lebih dari 3.000 laporan insiden terkait cuaca. Mulai dari kebakaran kecil, atap terbang, hingga banjir lokal. Upaya pemulihan langsung digeber. Listrik mulai dipulihkan secara bertahap ke daerah-daerah yang paling parah terdampak.
Namun begitu, warga Portugal sepertinya harus bersiap. Negara Iberia ini baru saja dilanda badai lain beberapa hari sebelumnya, yang juga menimbulkan banjir bandang dan merenggut satu nyawa. Cuaca ekstrem seakan tak mau berhenti menguji.
Artikel Terkait
Andi Taletting Langi Resmi Pimpin IKA Ilmu Politik Unhas, Canangkan Lima Program Prioritas
Petani Papua Siap Bergabung dalam Program Cetak Sawah, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp5 Triliun
Guru Besar Hukum UI Kritik Gaya Kepemimpinan Prabowo: Presiden Dinilai Abaikan Peran Teknokrat dan Birokrasi Kemlu
Guru Besar UI Kritik Ketidakselarasan Kebijakan Luar Negeri Prabowo dengan Aspirasi Publik