Di kompleks Parlemen Senayan, Rabu (28/1) lalu, Wakil Menteri Agama Romo Syafi'i sempat berbincang dengan para wartawan. Topiknya, tentu saja, soal penentuan awal puasa Ramadan nanti. Romo punya harapan sederhana: semoga hasil sidang isbat pemerintah bisa sejalan dengan keputusan Muhammadiyah.
"Itu nanti sidang isbat. Kalau soal awal puasa, kita membiasakan diri pakai sidang isbat," ujarnya.
Harapannya sih, kata Romo, semuanya bisa sama seperti tahun sebelumnya. Tapi, ia belum mau bicara lebih jauh soal jadwal pelaksanaan sidang isbat itu sendiri. Seperti biasa, pemerintah akan menggelar sidang dengan metode rukyatul hilal untuk memutuskan kapan Ramadan dimulai.
Di sisi lain, Muhammadiyah sudah lebih dulu mengumumkan keputusannya. Mereka menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada tanggal 18 Februari mendatang. Kalau mengikuti hitungan itu, maka Idul Fitri atau 1 Syawal akan diperingati pada Jumat, 20 Maret.
Jadi, tinggal menunggu sidang isbat digelar. Apakah hasilnya nanti akan seragam? Kita lihat saja.
Artikel Terkait
Anggota DPRD Kupang Ditahan, Terancam Pasal KDRT dan Perlindungan Anak
KPK Buka Suara: Gaji Tak Merata hingga Persepsi Korupsi sebagai Hak Istimewa
KPK Naikkan Batas Hadiah yang Tak Perlu Dilaporkan, Kini Rp 1,5 Juta
Siklus Bencana di Indonesia: Antara Respons Darurat dan Mitigasi yang Terlupakan