“Saya meminta maaf dari lubuk hati saya paling dalam,” ujarnya.
Peristiwa yang memicu pertemuan ini memang sempat ramai. Beberapa waktu sebelumnya, Suderajat diamankan di wilayah Kemayoran. Ia dituding menjual es gabus palsu dengan bahan berbahaya. Cerita itu langsung menyebar cepat di media sosial, memantik perhatian banyak orang.
Menurut pengakuan Suderajat, saat proses pengamanan dulu, ia merasakan perlakuan yang tidak mengenakkan dari kedua oknum tersebut. Pengalaman itulah yang kemudian memicu gelombang simpati.
Namun begitu, dengan berjabat tangan dan permintaan maaf yang disampaikan malam itu, kedua belah pihak berharap lembaran baru bisa dimulai. Mereka ingin peristiwa serupa tak terulang lagi. Lebih dari itu, proses damai ini diharapkan bisa jadi pelajaran berharga bagi siapa saja dalam menyelesaikan masalah di tengah masyarakat. Bukan dengan emosi, tapi dengan dialog dari hati ke hati.
Artikel Terkait
Mabes TNI Mutasi 35 Perwira, Brigjen Tagor Rio Pasaribu Jadi Aster Kaskogabwilhan II
Jadwal Imsak dan Salat di Surabaya 17 Maret 2026 Pukul 04.09 WIB
PSM Makassar Terancam di Papan Tengah Klasemen Liga 1 2025/2026
Polisi Berlutut di Jalan, Redam Konflik Massa di Manggarai