Penyemaiannya fokus pada area yang disebut Target 1. Lokasinya sekitar 52 hingga 82 nautical mile dari Bandara Ahmad Yani Semarang, tepatnya di sektor radial 298 hingga 309 derajat. Menurut Fadhlan, wilayah perairan utara Jateng itu dipilih karena kondisinya masih mendukung untuk tumbuhnya awan hujan.
Ungkapnya.
Selama penerbangan, tim mengamati awan Cumulus Congestus yang puncaknya menjulang sampai 15.000 kaki. Dasar awan ini ada di ketinggian 4-5 ribu kaki. Mereka juga menemukan awan Stratocumulus, dengan ketinggian yang sedikit berbeda.
Jelas Fadhlan menerangkan.
Pada intinya, operasi ini adalah sebuah manuver untuk mengalihkan ancaman. Dengan menyemaikan garam, diharapkan hujan ekstrem bisa dikurangi di daratan dan lebih dialihkan ke wilayah perairan. Langkah ini bukan cuma soal mengatur cuaca, tapi bagian dari mitigasi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan genangan yang kerap menghantui saat puncak musim hujan seperti sekarang.
Artikel Terkait
Diklat ASN dan Ironi Negara yang Sibuk Data tapi Miskin Analisis
Waspada! Pintu Air Depok Siaga I, Karet Sentuh 470 Cm
Pengungsi Pasca-Bencana di Sumatera Menyusut, Huntara Aceh Rampung 100%
Jalan Kabupaten Lumpuh, Belasan Motor Mogok Diterjang Banjir di Indramayu