Nah, di sinilah masalah mulai muncul. Teguran sang guru bukannya diindahkan. Suasana malah memanas dengan cepat. Ketegangan yang terjadi kemudian berujung pada insiden berdarah itu, di mana Arpan dilaporkan mengalami luka-luka.
Menanggapi kasus ini, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan setempat langsung turun tangan. Mereka sedang melakukan pemeriksaan internal untuk mengurai kronologi dan motif di baliknya.
Di sisi lain, kejadian ini tentu saja menimbulkan kecaman. Banyak dari kalangan pendidik setempat yang geram. Mereka menuntut adanya perlindungan yang lebih konkret bagi guru saat menjalankan tugasnya. Jangan sampai profesi mulia justru menjadi berisiko.
Sementara itu, kepolisian sudah mengetahui kabar ini. Namun begitu, mereka masih menunggu laporan resmi dari korban atau pihak sekolah sebelum bisa memulai penyelidikan secara hukum. Semua mata kini tertuju pada proses hukum dan langkah lanjutan dari pihak berwajib.
Artikel Terkait
Iran Tegaskan: Tetangga yang Bantu AS Akan Dianggap Musuh
Sumeleh: Seni Meletakkan Beban di Era yang Tak Pernah Berhenti Berdering
Delapan WNA China Ditahan di Cirebon, Bekerja Pakai Visa Wisata
Tenaga Kesehatan di Lumajang Ketahuan Selundupkan 240 Pil Koplo Lewat Organ Intim