Menurut Donny, akar masalahnya cuma kesalahpahaman. Sekedar miskomunikasi antara aparat keamanan dalam hal ini Babinsa dan Bhabinkamtibmas dengan warga di lokasi. Gara-gara itu, situasi jadi sedikit memanas.
Nah, untuk meredakan keadaan, diambil langkah persuasif. Mereka sudah menemui pedagangnya, Bapak Suderajat, untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Pendekatannya lewat dialog yang diharapkan bisa mendinginkan suasana.
Harapannya sih, urusan selesai di situ. Tak perlu ada tuntutan atau gesekan yang berlarut-larut. Semua pihak kini sudah punya penjelasan yang sama.
Artikel Terkait
Dari Tuduhan Es Gabus Palsu, Terkuak Rumah Ambruk dan Anak Putus Sekolah
Kobaran Api Hanguskan Pabrik Sandal di Medan, Diduga Bermula dari Korsleting
Di Balik Tuduhan Viral, Atap Ambrol dan Mimpi Putus Sekolah Menghantui Sudrajat
Kapak dan Kunci Gembok di Tas Titipan: Jejak Kelam Anak yang Dituduh Bunuh Ibu Kandung di Ponorogo