Perjalanan pulang-pergi itu baru berakhir sekitar pukul enam sore. Kalau dagangannya ludes terjual, ia bisa membawa pulang uang antara tiga ratus hingga empat ratus ribu rupiah. "Kalau habis semua sih dapet 400, 300," katanya.
Namun begitu, semua kerja keras dan rutinitas panjang itu kini terpaksa dihentikan. Sebuah peristiwa buruk beberapa waktu lalu membuatnya kapok. Trauma itu masih membekas.
"Kapok saya, malem. Takutnya saya ditimpuk pakai batu gede," tutur Sudrajat, matanya menghindari kontak.
Kini, sebagai ganti mencari nafkah di ibu kota, ia memutuskan untuk berjualan gorengan di sekitar rumahnya saja. Lebih aman, meski mungkin tak seberapa. "Mau jualan goreng-gorengan di sini," pungkasnya, menutup percakapan.
Artikel Terkait
Amien Rais Ingatkan Prabowo: Jangan Terjebak Agenda Trump Soal Palestina
Menteri PU Paparkan Progres Pascabencana: 1.200 Huntara Disiapkan, Normalisasi Sungai Capai 52%
Guru Tangerang Selatan Dilaporkan Polisi Usai Tegur Murid di Lomba Sekolah
Anggota DPR Desak BRIN Kembalikan Peneliti ke Daerah