Gempa yang sama juga dirasakan Nanda Puspita, guru di SDN Ngablak, Piyungan. Saat gempa datang, dia justru memperhatikan sesuatu yang detail.
"Aku di kelas. Aku diam aja lihat galon ada airnya getar. Ya udah aku ngiringi anak-anak nyuruh keluar," kata Nanda.
Menurutnya, respons siswa-siswanya terbilang bagus. Mereka tidak panik berlebihan. Hal ini tak lepas dari persiapan yang sudah dilakukan sekolah.
"Udah ada sekolah sadar bencana. Jadi relatif tenang," jelasnya.
Guncangan itu bahkan merambat hingga ke wilayah lain. Di Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, seorang warga bernama Yuwono merasakannya dengan jelas.
"Sedang mau tidur, ada gempa, saya lari keluar," katanya singkat, menggambarkan aksi spontan yang dilakukan banyak orang siang itu.
Secara umum, meski sempat membuat kaget, gempa ini tidak menimbulkan kerusakan berarti. Yang tersisa adalah cerita tentang kewaspadaan dan kilas balik trauma lama, terutama bagi mereka yang pernah merasakan dahsyatnya gempa 2006.
Artikel Terkait
Ketua GP Ansor Bondowoso Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Dana Seragam Rp1,2 Miliar
Islamic Centre Bekasi Terbengkalai 14 Tahun, Beralih Jadi Tempat Angker
Gubernur Jabar Soroti Penembakan Macan Tutul di Sanggabuana, Pelaku Diamankan
Polemik Ijazah Jokowi Berujung Laporan Polisi: Eggi Sudjana Laporkan Roy Suryo