Getarannya datang tiba-tiba, Selasa siang itu. Tepat pukul 13.15 WIB, Bantul, Yogyakarta, diguncang gempa berkekuatan 4,4 magnitudo. Goyangannya cukup kencang, langsung terasa oleh warga.
Di SMP N 1 Pandak, suasana kelas yang tenang langsung berubah jadi hiruk-pikuk. Para siswa berhamburan keluar, menyelamatkan diri begitu bumi bergoyang. Refleks mereka cepat sekali.
Lusi Suharyati, seorang guru seni budaya, masih berada di lantai dua saat itu. Jelas dia merasakan ketakutan yang mendalam.
"Aku sampai lemas. Karena ada trauma (gempa) 2006," ujarnya, mengingat pengalaman pahit belasan tahun silam.
Dia menggambarkan kepanikan yang terjadi di depan matanya. "Siswanya lari berhamburan refleks keluar semua. Apalagi saya di lantai 2 masih ndredek (gemetar)," cerita Lusi.
Namun begitu, situasi kini sudah jauh lebih kondusif. Setelah beberapa saat berkumpul di lapangan, aktivitas belajar-mengajar kembali berjalan normal. Untungnya, tak ada laporan kerusakan bangunan.
"Keluar sebentar di lapangan. Sekarang pelajaran lagi seperti biasa," tuturnya, mencoba menenangkan suasana.
Artikel Terkait
Ketua GP Ansor Bondowoso Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Dana Seragam Rp1,2 Miliar
Islamic Centre Bekasi Terbengkalai 14 Tahun, Beralih Jadi Tempat Angker
Gubernur Jabar Soroti Penembakan Macan Tutul di Sanggabuana, Pelaku Diamankan
Polemik Ijazah Jokowi Berujung Laporan Polisi: Eggi Sudjana Laporkan Roy Suryo