Getaran cukup kuat dirasakan di Pacitan dan sekitarnya, Selasa pagi (27/1) sekitar pukul delapan lebih dua puluh. Gempa dengan magnitudo 5,7 itu sempat membuat aktivitas perkeretaapian di dua daerah operasi, Daop 6 Yogyakarta dan Daop 8 Surabaya, berhenti sejenak. Langkah ini diambil demi kehati-hatian.
Di wilayah Yogyakarta, guncangan turut terasa. Feni Novida Saragih, Manajer Humas KAI Daop 6, menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengambil tindakan pencegahan. Mereka menghentikan sementara perjalanan semua kereta mulai dari jarak jauh, bandara, Commuterline, hingga kereta lokal.
"Ini prosedur standar kami pascagempa," ujar Feni.
"Pemeriksaan prasarana wajib dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan tetap terjaga."
Tim segera diterjunkan ke lapangan. Mereka memeriksa kondisi rel, jembatan, dan prasarana pendukung lainnya. Prosesnya tidak terlalu lama. Hanya dalam waktu kurang dari setengah jam, tepatnya pukul 08.48 WIB, semua kereta sudah diizinkan melanjutkan perjalanan.
Feni menyebut ada 16 perjalanan kereta yang terdampak penghentian sementara. Daftarnya mencakup Gajayana Tambahan, Argo Lawu, Lodaya, hingga beberapa kereta bandara dan KRL rute Yogyakarta-Palur.
"Kami ucapkan terima kasih atas kesabaran pelanggan," kata Feni.
"Komitmen kami jelas, keselamatan adalah yang utama."
Dampak di Surabaya: Lima Kereta Terhenti
Sementara itu, di wilayah Daop 8 Surabaya, situasinya juga cukup serius. Lima perjalanan kereta api terpaksa berhenti luar biasa atau BLB. Menurut Mahendro Trang Bawono, Humas Daop 8, kereta-kereta itu berhenti di lintasan antara Bangil dan Wlingi pascagempa pukul 08.22 WIB.
"Tiga berhenti di stasiun, dua lagi di tengah perjalanan," tuturnya.
Koordinasi dengan unit terkait langsung dilakukan. Seluruh perjalanan di wilayah itu dihentikan sambil menunggu laporan dari petugas lapangan mengenai kondisi prasarana. Durasi berhentinya bervariasi, mulai dari 21 menit untuk KA Kertanegara hingga 40 menit untuk KA Matarmaja.
Mahendro menegaskan, langkah ini murni untuk keamanan. "Setiap potensi risiko harus dipastikan aman dulu sebelum operasional dilanjutkan," tegasnya.
Pemeriksaan intensif dilakukan. Hasilnya, pada pukul 09.01 WIB, seluruh prasarana dinyatakan aman dan operasional kereta bisa kembali normal. Pihak KAI Daop 8 pun memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul.
"Prioritas kami tidak berubah: menghadirkan layanan yang aman dan andal," pungkas Mahendro.
Berdasarkan data BMKG, gempa ini berpusat di darat, sekitar 24 km tenggara Pacitan dengan kedalaman 122 km. Getarannya dilaporkan terasa hingga Malang, Yogyakarta, Jember, bahkan sampai ke Bali seperti Denpasar dan Kuta. Untungnya, BMKG memastikan gempa ini tidak memicu tsunami dan belum ada laporan gempa susulan yang signifikan.
Artikel Terkait
Cuaca Sulsel Selasa Ini: Cerah di Pagi Hari, Waspada Hujan Sedang Siang hingga Malam
Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur Tewaskan Empat Penumpang, Puluhan Luka-Luka
Lazio vs Udinese Berakhir 3-3, Empat Gol Tercipta dalam 10 Menit Terakhir
Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur Tewaskan Dua Orang, Puluhan Luka-Luka